Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Sungai Perimping Ditambang Lagi, Nelayan Ngadu Lagi Dewan

Pemuda Maritim -Komisi C DPRD Kabupaten Bangka didatangi Perwakilan Warga Dusun Rambang Desa Bebura Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka, Rabu (25/10/2016) di Ruang Komisi C DPRD Kabupaten Bangka.

Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi agar Sungai Perimping bersih dari Tambang Inkonvensional (TI) apung yang masih tetap melakukan penambangan.

"Pada intinya warga tetap ingin adanya kelestarian alam yang menyangkut hajat hidup masyarakat di situ turun temurun yang mengelola dari sisi kelautan. Artinya mereka berstatus sebagai nelayan. Mereka sangat berharap sekali pemerintah daerah kita ini menjaga pekerjaan mereka dari sisi nelayan disana, ada salah satu pulau yang disebut mereka Pulau Kianak. Jadi daerah Pulau Kianak itu mereka menjaga," ungkap Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bangka Herman CH kepada bangkapos.com, Rabu (25/10/2016) di Ruang Fraksi Hanura DPRD Kabupaten Bangka.

Berdasarkan informasi warga tersebut aktivitas TI apung di Sungai Perimping masih berjalan walaupun dalam bentuk kucing-kucingan.

"Inilah yang mereka harapkan ingin minta tolong dibebaskan dari TI, agar bisa di beraktivitas lagi melaut menghidupi keluarga mereka. Selama ini mereka anggap itulah yang menopang hidup di Dusun Rambang itu. Itu harapan mereka," ungkap Politisi dari Partai Hanura ini.

Warga takut Pulau Kianak juga ikut dirambah habis-habisan oleh para penambang TI apung. Padahal di Sungai Perimping di sekitar pulau itu mereka mengantung hidup dari hasil laut.

Menurut Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bangka Hendra Yunus, perwakilan warga tersebut sudah mengirimkan surat kepada Gubernur Babel agar menindaklanjuti aspirasi warga Dusun Rambang tersebut karena kewenangan pertambangan sudah diambil alih oleh pihak provinsi.

"Warga ingin Sungai Perimping itu bebas dari TI apung karena mereka ingin menjaga kawasan hutan magrove tersebut. Memang TI di sana sudah beberapa kali ditertibkan tapi masih tetap ada aktivitas TI apung tersebut," sesal Hendra Yunus.

Diakuinya, karena terkait kewenangan pihak Pemprov Babel maka gubernur diminta warga agar bisa turun tangan menangani permasalahan TI apung di Sungai Perimping.



Komisi C juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Bangka karena penanganan masalah TI apung ini ada di tangan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten.

"Kita minta aspirasi warga ini ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah," tegas Hendra Yunus.

Ia juga mengimbau agar persoalan ini bisa segera diatasi oleh pemerintah daerah agar tidak terjadi bentrok dan tindak anarkis antar warga yang menambang dan warga yang menolak keberadaan TI apung itu.

Disinggung mengenai adanya dugaan oknum yang bermain dibalik sulitnya penertiban TI apung di Sungai Perimping ini, Politisi Partai Demokrat ini menyatakan tidak mau menyalahkan pihak-pihak tertentu tanpa adanya bukti.

"Kami wallahualam tidak dalam kapasitas mendeskriditkan pihak-pihak tertentu. Sejauh ini mereka (warga-red) tidak ngomong secara langsung tetapi tersirat bahasa kesananya ada, cuma kami tidak bisa tanpa bukti, tidak bisa mendiskriditkan pihak tertentu. Itu tugasnya pihak terkaitlah masalah itu, kita hanya menampung aspirasi masyarakat sesuai porsi kita," jelas Hendra Yunus.

Untuk menindaklanjuti aspirasi warga tersebut pihaknya akan menyampaikan kepada Pemkab Bangka agar Satpol PP bersama pihak-pihak terkait kembali menertibkan TI apung di kawasan Sungai Perimping.

"Kami selaku dewan di Kabupaten Bangka mengawasi dan merekomendasi itu, tidak sejauh dalam kebijakan, itu ada di pemerintah daerah," tegas Hendra.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply