Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Tekan Angka Kejahatan di Laut, Polres Asahan Dirikan Pos Polisi Terapung

Pemuda Maritim - Polres Asahan, resmi mendirikan Pos Apung di perairan Bagan Asahan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Sabtu (29/30/2016).

Pendirian pos ini ditujukan untuk menekan angka kejahatan yang cukup tinggi di sekitar perairan Asahan dan Tanjung Balai.

Kapolres Asahan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, dengan keberadaan Pos Apung ini, ia berharap agar pelaksanaan tugas-tugas kepolisian dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, dapat dilakukan dengan lebih mudah dan lebih cepat. Khususnya kepada para nelayan yang berada di kawasan Bagan Asahan dan sekitarnya.

"Selain menekan kejahatan di laut, pos ini akan kita fungsikan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat agar mereka aman dan nyaman selama menjalankan pekerjaannya mencari nafkah," sebut Tatan.

Tatan menjelaskan, di Pos Apung tersebut, nantinya akan disiagakan personil berseragam untuk dapat memantau dan melakukan pencegahan dini masuknya barang-barang ilegal (penyeludupan) dari Malaysia ke wilayah Tanjung Balai dan Asahan. Personel di Pos Apung itu juga dapat memberikan bantuan segera kepada pihak Pol Air, pihak Bea dan Cukai maupun instansi terkait lainnya yang melakukan penindakan di laut.

“Ada beberapakali kejadian, beberapa instansi pada saat melakukan penindakan hukum di perairan Asahan-Tanjung Balai, selalu mendapat perlawanan dari masyarakat. Ke depan kita 5-10 orang personel kita yang akan bersiaga di pos apung ini, akan siap membantu jika kejadian serupa kembali terjadi,” tegas Tatan.

Dikatakan Tatan, Pos Apung tersebut berukuran 5 x 15 meter, dengan 2 kamar tidur, 1 teras depan, 1 dapur, 1 kamar mandi. “Sebenarnya pos ini sudah beroperasi sejak sebulan yang lalu. Tapi baru ini kita resmikan. Nanti ada tiga regu disini yang akan bersiaga penuh,”jelasnya.

Polres Asahan kini memang gencar melakukan operasi razia di laut untuk menertibkan kapal pukat tarik dan pukat harimau (trawl) yang kerap beroperasi di wilayah perairan nelayan tradisional. Pekan lalu, sebanyak 28 kapal pukat tarik dan trawl berhasil diamankan dan dibawa ke pelabuhan Belawan untuk diproses lebih lanjut.
Sumber : okezone.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply