Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » 63 Nelayan Terima Bantuan Jaring Insang

Pemuda Maritim - Guna menumbuhkan kesadaran terhadap penggunaan alat tangkap ikan ramah lingkungan, empat kelompok nelayan di Kecamatan Bonang, menerima bantuan jaring insang (gillnet), Kamis (24/11). Bantuan sebanyak 377 jaring tersebut, merupakan hibah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui UPTD Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak.

Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak, Sakina Rosellasari, mengatakan pengguna alat tangkap ikan tidak ramah lingkungan di wilayah Kabupaten Demak terbilang masih besar. Dari hasil pendataan terhadap 5.227 kapal pada 2015, pengguna arad dan cantrang masingmasing sebanyak 1.481 dan 88 kapal.”Pemberian bantuan alat tangkap ikan ramah lingkungan ini, bagian dari upaya penyadaran nelayan agar mereka mau beralih. Sebelum itu mereka diberi sosialisasi dan praktik cara penggunaan alat tangkap jaring insang langsung di laut,” ujar Sakina.

Materi sosialisasi dan praktik penggunaan gillnet ini disampaikan oleh Syahasta DG dari Balai Besar Penangkapan Ikan KKP. Pada kesempatan itu, nelayan diberi pengetahuan seputar apa itu gillnet dan bagaimana penggunaannya. Lebih lanjut, Sakina menambahkan, hibah bantuan alat tangkap ikan ini diberikan secara bertahap. Kali ini baru menyasar 63 nelayan yang tergabung dalam empat kelompo yakni Zaku Karya Mina, Suara, Jaya Mina dan Bangkit.

Para nelayan ini merupakan nelayan kecil yang memiliki kapal 2 GT sampai 3 GT. Sesuai instruksi pusat bahwa pemberian bantuan alat tangkap ikan ramah lingkungan ini menyasar nelayan kecil yang memiliki kapal di bawah 10 GT. Adapun nelayan yang memiliki kapal di atas ketentuan tersebut diarahkan ke lembaga perbankan, agar mengakses pembiayaan untuk membeli alat tangkap ramah lingkungan.” Kami berharap bantuan ini dapat dipergunakan sebaikbaiknya dan jangan dijual,” imbuhnya.

Akan Dimusnahkan

Terkait alat tangkap ikan berupa arad yang dimiliki 63 nelayan itu, nantinya akan dimusnahkan secara massal, 5 Desember mendatang. Imron Rosidi, Kasubdit Alat Penangkapan Ikan KKP menjelaskan, alat tangkap ikan ramah lingkungan ada 40 jenis. Bantuan yang diberikan pusat disesuaikan dengan karakteristik alat tangkap yang dibutuhkan nelayan. Meski semua daerah mengajukan bantuan, namun alat tangkap yang diberikan berbedabeda. Sementara itu, Syahasta DG menambahkan, jaring insang merupakan alat tangkap ikan ramah lingkungan yang memiliki diameter tiga inchi. Jaring tersebut digunakan pada kedalaman 15 meter.

Harapannya jaring tersebut dapat menjaring aneka ikan yang hidup di kedalaman lima meter dari atas dasar laut, sehingga ikan-ikan kecil di bawahnya tidak terangkut. ”Bila alat tangkap ramah lingkungan ini benar-benar diterapkan, tiga bulan kemudian jumlah ikan di laut akan bertambah signifikan,” terangnya.

Salim (45), salah seorang nelayan mengaku senang menerima bantuan tersebut. Tetapi dia berharap larangan penggunaan arad dilakukan secara serempak dan berlaku untuk semua nelayan, agar nantinya tidak terjadi kecemburuan sosial dalam mencari ikan di laut. 
Sumber : suaramerdeka.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply