Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » DKP Belum Selesaikan Asuransi Nelayan

Pemuda Maritim - Target 6 ribu nelayan untuk mendapatkan asuransi dari pemerintah sampai sekarang masih belum terpenuhi. Saat ini nelayan yang sudah menerima asuransi dari pemerintah hanya sekitar 1.500 nelayan.

Dikatakan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumenep Mohammad Jakfar mengatakan, bahwa pihaknya saat ini menggenjot supaya asuransi untuk nelayan itu cepat rampung, karena pihaknya harus menyelesaikan 6 ribu nelayan pada akhir bulan November ini.

“Target kita adalah 6 ribu nelayan yang mendapatkan asuransi, sementara saat ini yang selesai baru sekitar 1.500 nelayan saja. Makanya, harus kerja siang dan malam supaya akhir November ini semuanya selesai,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Dikatakan, awalnya Kabupaten Sumenep mendapatkan jatah 10 ribu nelayan yang akan mendapatkan asuransi dari pemerintah. Namun terjadi pengurangan seiring adanya pemangkasan oleh pemerintah pusat.

Diterangkan, sistem pendataan nelayan di Sumenep supaya dapat asuransi, DKP Sumenep menggunakan sistem blanko. Kemudian Blankoyang terdiri dari tiga lembar itu disembar sambil diperbanyak, “Kenapa harus tiga lembar blankonya, karena salah satunya ada yang belum punya kartu nelayan sehingga kita menyediakan,” katanya.

Di Sumenep sendiri, sesuai kartu yang sudah dikeluarkan oleh DKP, terdapat sekitar 12 ribu nelayan. Karena jatah asuransi hanya 6 ribu sehingga tidak smeua nelayan bisa mendapatkan asuransi tersebut.

Kemudian terdapat persyaratan untuk bisa mendapatkan asuransi itu, salah satunya yang menjadi persyaratan nelayan yang berhak mendapatkan asuransi dari pemerintah, yaitu nelayan tersebut tidak boleh menggunakan alat tangkap yang memang dilarang oleh pemerintah. Selain itu, pihaknya memberikan asuransi kepada nelayan berdasarkan data yang benar-benar akurat agar tidak salah sasaran.

“Kami benar-benar memilah data, apalagi asuransi ini diperuntukkan kepada nelayan kecil sehingga nelayan yang memiliki perahu kapasitasnya di atas 10 ton, maka tidak berhak atas asuransi tersebut. Kemudian kami juga menelusuri daerah mana saja yang sering menggunakan potasium menangkap ikan, maka daerah tersebut kita hindari untuk pendataan asuransi itu,” paparnya.

Ditambahkan, kenapa sampai sekarang masih belum selesai peruntukan asuransi kepada nelayan itu, karena program asuransi itu bergulir di tengah-tengah anggaran berjalan. Namun pihaknya berkomitmen, peruntukan asuransi itu bisa selesai tepat waktu, yakni di akhir November ini.
Sumber : korankabar.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply