Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Hasil Laut Minim, Warga Tuntut Pabrik Semen di Kaltim Segera Beroperasi

Pemuda Maritim - Penolakan sejumlah elemen masyarakat terhadap rencana pembangunan pabrik semen berbeda dengan keinginan masyarakat di sekitar lokasi pabrik.

Masyarakat justru menginginkan pabrik semen berdiri karena hasil pertanian dan laut mereka sudah jauh berkurang akibat adanya aktivitas tambang batubara.

Menyempitnya daerah tangkapan ikan bagi nelayan asal Desa Sekerat dan Desa Selangau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim) membuat banyak kapal nelayan di pantai Sekerat terlihat menganggur.

Para nelayan mengaku keberadaan pelabuhan perusahaan tambang batubara membuat hasil tangkapan yang minim membuat ongkos melaut menjadi besar. Akibatnya, para nelayan kerap mengalami kerugian.

Akibatnya, masyarakat pun memilih tidak melaut dan berharap agar rencana pembangunan pabrik semen di desa mereka segera terealisasi.

Warga menganggap pembangunan pabrik semen mampu meningkatkan kesejahteraan dan membuat warga Sekerat dan Selangkau, bahkan Kabupaten Kutim pada umumnya.

Menurut Kepala Desa Sekerat, Armadin, soal kekhawatiran mahasiswa dan lainnya soal kerusakan lingkungan, warga Sekerat mengaku keberadaan pabrik di sekerat tidak akan menganggu sumber mata air.

"Untuk nelayan sendiri sebetulnya sudah tidak bisa diharapkan, karena adanya tambang batubara yang pengirimannya menjulang ke laut. Harapannya dengan adanya pabrik semen lapangan kerja untuk masyarakat sekitar terbuka lebar, dehingga peningkatan ekonomi bisa lebih besar, daripada hasil nelayan," ujar Armadin.

Kapasitas pabrik, menurut rencana, yaitu memproduksi 2,5 juta ton semen per tahun. Angka itu di atas kebutuhan Kaltim, yakni 2 juta ton semen per tahun.

Saat ini, sudah ada 11 perusahaan yang mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang hendak mengeksploitasi karst Sangkulirang-Mangkalihat. Dari jumlah tersebut, tujuh areal konsesi korporasi masuk wilayah bentang karst yang dilindungi.
Sumber : kliksamarinda.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply