Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » 'Kencing' Solar di Laut Ditukar Cumi dan Ikan Nelayan

Pemuda Maritim - Sebanyak 13.800 liter atau 13 ton lebih BBM ilegal jenis solar diamankan di gudang Jalan Barukang Utara Lorong 15, Cambayya, Kecamatan Ujung Tanah. BBM itu ada dalam 29 drum di satu mobil tangki isi 5.000 liter yang siap diberangkatkan ke kota tujuan untuk dijual.

Gudang berisi drup BBM itu kini diberi garis polisi. Mobil tangki digelandang ke Mapolres Pelabuhan dan tiga orang yang langsung ditetapkan sebagai tersangka. Tim khusus bentukan Polres Pelabuhan dipimpin Kapolsek Tallo, Kompol Henki Ismanto bersama Kapolsek Paotere, Iptu Deni Eko Prasetyo bergerak Sabtu pagi, (12/11).

Kepala Satuan Reskrim Polres Pelabuhan, AKP Ivan Wahyudi, Minggu (13/11), menjelaskan, pelanggaran kasus BBM ilegal ini adalah pengangkutan, penjualan serta penyimpanan karena yang bersangkutan tidak mengantongi izin usaha.

Temuan BBM ilegal ini berawal dari informasi masyarakat yang menyampaikan ada dugaan kegiatan ilegal berupa tindak penimbunan solar. Setelah dilakukan penyelidikan, ketahuan jika usaha BBM itu ilegal.

"Dari keterangan tersangka, solar itu diperolehnya dari nelayan-nelayan. Sementara nelayan itu mendapatkan solar tersebut dari kapal-kapal besar dibarter dengan ikan dan cumi, bertransaksinya di tengah laut atau istilah orang-orang 'kencing di laut'. Solar 13 ton lebih itu kira-kira senilai Rp 56 juta," kata Ivan.

Lebih jauh dijelaskan, solar dalam mobil tangki itu siap diberangkatkan ke Kabupaten Gowa, dijual ke pelaku-pelaku industri. Pengakuan pemilik solar yang juga jadi tersangka S (29), kegiatan ilegal ini sudah lakoninya sejak lima tahun terakhir. Tersangka lain adalah sopir mobil tangki berinisial Y (32) dan kernek berinisial L (27).

Adapun pemilik solar ini, S mengaku membeli solar di nelayan dengan harga Rp 4.000 per liter dan dijual Rp 4.500 per liter. Nelayan yang mendatanginya, membawakan solar itu. Nelayan itu mendapatkan solar dari kapal tug boat dan kapal-kapal besar. Biasanya dia ambil 2 hingga 3 drum per hari.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 22 tentang Migas, pasal 55 tahun 2001, ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 60 miliar.
Sumber : www.merdeka.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply