Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Laut Kutim “Dijajah” Nelayan Luar

Pemuda Maritim -  "Mau seperti apa lagi. Meskipun banyak laporan, kami tidak bisa apa-apa. Karena pengawasannya sudah diambil alih oleh provinsi. Bukan di daerah lagi. Ini semua gara-gara adanya kebijakan Undang-Undang 23 tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah,"

Paulina Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kutim.

SANGATTA - Plt Kepala Dinas Kelautan dan perikanan (DKP) Kutai Timur (Kutim) Paulina menuturkan, laut Kutim saat ini banyak dirambah oleh nelayan dari luar. Yang paling banyak disorot ialah nelayan asal Bontang. Hal ini diketahui dari pantauan di lapangan dan banyaknya laporan dari nelayan  Kutim. "Ada laporan ke kami kalau banyak nelayan dari luar untuk menangkap ikan di laut Kutim," ujar Paulina.

Selain tidak berijin, nelayan luar yang mencuri ikan di Kutim juga diduga menggunakan alat tangkap yang dilarang seperti halnya bom ikan. Meskipun begitu, pihaknya mengaku tidak dapat berbuat banyak. Pasalnya, semua kebijakan sudah dilimpahkan kepada provinsi. Salah satunya dalam bidang pengawasan.

"Mau seperti apa lagi. Meskipun banyak laporan, kami tidak bisa apa-apa. Karena pengawasannya sudah diambil alih oleh provinsi. Bukan di daerah lagi. Ini semua gara-gara adanya kebijakan Undang-Undang 23 tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah," jelasnya.

Seharusnya, kebijakan UU 23 tersebut tidak diberlakukan di Kutim. Sebab, Kutim memiliki potensi yang sangat luar biasa. Seharusnya, dengan melimpahnya potensi kelautan dan perikanan bisa menambah PAD Kutim.

"Akibat tidak adanya kewenangan kami, jadi nelayan luar leluasa mencari ikan di Kutim. Kami hanya mendapatkan laporan, namun tidak adapat berbuat apa-apa. Jadi potensi kami hanya diambil oleh orang luar saja," katanya.

Dirinya berharap, Kutim kembali diberikan kebijakan dalam penanganan laut dan perikanan secara utuh. Sehingga, DKP bisa melakukan pengawasan dan penanganan kepada penjarah ikan di laut Kutim. "Dulu, sebelum adanya kebijakan ini, kami beberapa kali mengamankan pencuri ikan dilaut Kutim. Dua kasus sampai ke provinsi. Sedangkan yang kami tangani, banyak sekali. Tetapi sekarang sudah gak bisa lagi karena adanya aturan ini," katanya.
Sumber : bontang.prokal.co

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply