Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Perampokan Marak, Nelayan Was-was Melaut

Pemuda Maritim - Perampokan yang terjadi di sekitar perairan Nunukan, Sebatik, bahkan Tarakan kian meningkat. Baru-baru ini, nelayan asal Sebatik kembali menjadi korban dan membuat para nelayan merasa was-was turun melaut. Guna mencegah persoalan itu, Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Nunukan melakukan koordinasi dengan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut XIII (Lantamal XIII) Tarakan.

Itu dikatakan Paurlid Sintel Lanal Nunukan, Letda Laut (P) M. Surya K. Ia menjelaskan, saat ini telah berkoordinasi bersama sejumlah instansi terkait, yakni PPI Sebatik dan Polsek Sei Nyamuk guna memberikan kenyamanan kepada nelayan ketika melaut.

“Sudah kami sampaikan ke PPI Sebatik untuk ditindaklanjuti ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tarakan. Dikarenakan, umumnya kejadian di wilayah Tarakan. Namun, yang menjadi korban nelayan Sebatik,” ujar Surya kepada Radar Nunukan, Senin (7/11).

Lanjutnya, selain melakukan koordinasi, upaya pengamanan kepada nelayan juga dilakukan dengan cara melengkapi sejumlah surat-surat dan peralatan ketika turun melaut. Sehingga, jika terjadi hal yang tidak diinginkan, nelayan dapat langsung berkomunikasi dengan pihak keamanan terdekat.

“Jika segala persyaratan dipenuhi, termasuk surat-surat, mudah melakukan komunikasi dengan nelayan. Sehingga, jika ada kejadian langsung direspon dengan cepat,” imbuhnya kepada pewarta harian ini.

Saat ini, Lanal Nunukan bakal melaksanakan patroli terjadwal bersama Lantamal XIII agar nelayan ketika melaut merasa aman. Serta, pihaknya bakal melakukan West Fleet Quick Response (WFQR) internal TNI AL. “Sudah berkoordinasi dengan Lantamal XIII melaksanakan patroli, serta melakukan WFQR internal TNI AL,” tambahnya.

Terpisah, Kapolres Nunukan AKBP Pasma Royce SIK, melalui Kasubbag Humas Polres Nunukan Iptu M. Karyadi menjelaskan, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada Polisi Air (Polair) Nunukan, melakukan patroli di sejumlah lokasi.

Selama kejadian perampokan terhadap nelayan asal Sebatik, Polair Nunukan tetap mengedepankan tugas dan tanggungjawab di lintasan perairan Nunukan. “Polair tetap patrol, hanya saja rata-rata kejadian di luar perairan Nunukan. Namun, lebih maksimal lagi lakukan patroli di daerah yang dianggap rawan terjadinya perampokan terhadap nelayan,” ungkap Karyadi.

Tercatat, kejadian perampokan pada Jumat (29/7) lalu, di dekat Karang Banda, Pancang Batu. Serta, di perairan Pulau Bunyu, Minggu (23/10) lalu yang mengakibatkan nelayan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah serta membuat trauma kepada nelayan.
Sumber : kaltara.prokal.co

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply