Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Raibnya Warisan Perang Belanda di Laut Jawa

Pemuda Maritim  - Kementerian Pertahanan Belanda memastikan tiga bangkai kapal perangnya yang terabaikan di dasar Laut Jawa raib.

"Bangkai kapal HNLMS De Ruyter dan HNLMS Java sama sekali telah hilang. Bagian besar HNLMS Kortenaer juga lenyap," demikian pernyataan kementerian dimaksud dikutip media Inggris, The Guardian, Rabu (16/11).

Kapal-kapal itu tenggelam pada 1942 dalam peristiwa yang dikenal sebagai Pertempuran Laut Jawa, yang dimenangkan oleh Angkatan Laut KekaisaranJepang.

Bangkai ketiga kapal ditemukan oleh sejumlah penyelam amatir pada 2002. Namun, sebuah ekspedisi yang diluncurkan untuk menandai peringatan ke-75 pertempuran tersebut--yang jatuh tahun depan--berujung temuan mengejutkan: peninggalan sejarah tersebut hilang.

"Para penyelam (ekspedisi itu) hanya menemukan jejak-jejak kapal meskipun sonar mendeteksi adanya bekas bangkai kapal di dasar laut," demikian keterangan tim ekspedisi dilansir The Japan Times.

Penyelidikan atas perkara bangkai kapal yang jadi gaib langsung digelar. Dalih Kementerian Pertahanan untuk mengambil langkah itu, "aksi mengotori kuburan perang adalah pelanggaran berat".

Seorang ahli sejarah dari Belanda, Jaap Anten, mengatakan bahwa bangkai-bangkai kapal itu agaknya raib karena perusahaan jasa bawah laut menjual logam-logam kapal sebagai barang loak.

"Saya rasa perusahaan jasa bawah laut berada di balik kehilangan ini," katanya dikutip NLTimes. "Bangkai-bangkai itu dihancurkan dengan mesin pencengkeram (gripper). Dengan begitu, potongan kapal bisa diangkut," ujarnya.

Anten mencontohkan O 16, kapal selam Angkatan Laut Kerajaan Belanda yang karam tersambar ranjau Jepang pada 1941.

"Kerusakan kapal itu banyak disebabkan oleh (aktivitas) perusahaan jasa bawah air. Ada fotonya. Di foto itu, terlihat mesin pencengkeram besar terpasang pada tongkang," kata Anten.

Perairan di sekitar Indonesia, Singapura, dan Malaysia menjadi kuburan lebih dari 100 kapal dan kapal selam yang tenggelam di masa perang.

Selama bertahun-tahun, para pemungut rongsokan di lautan diam-diam sudah mengetahui lokasi bangkai-bangkai terserak dan mencuri pelbagai bagiannya seperti baja, aluminium, dan kuningan.

Sebuah lembaga kursus menyelam Malaysia tahun lalu yang bersaksi bahwa ada sejumlah orang yang berpura-pura sebagai nelayan menghancurkan bangkai kapal dengan bahan peledak.

Para oknum itu lantas mencomot logam kapal.

Tiga kapal perang Belanda yang bangkainya diklaim hilang menjadi saksi atas salah satu perang laut termahal yang menewaskan sekitar 2.200 orang.

HNLMS De Ruyter dirakit oleh Galangan Kapal Wilton Fijenoord di Rotterdam pada Maret 1935, demikian keterangan dari laman Pacific Wrecks.

Kapal itu karam setelah menjadi sasaran torpedo dari kapal penjelajah Jepang, Nachi dan Haguro, sekira 27 Februari 1942 tengah malam.

Nyaris bersamaan dengan peristiwa yang menyambar Ruyter adalah HNLMS Java, hasil rancangan Friedrich Krupp Germaniawerft, Kiel, Jerman, dan diluncurkan pada 6 Agustus 1921.

Java menjadi sasaran Nachi dan Haguro serta dua kapal jelajah kecil dan 14 kapal perusak saat hendak mengadang armada Jepang yang berkonvoi ke arah Jawa.

Nachi dan Haguro melepaskan torpedo yang lalu melantak gudang amunisi Java yang terletak di dekat buritan. Kapal itu pun meledak.

Java karam dalam waktu lima belas menit dengan membawa-serta 512 awak kapalnya, termasuk sang kapten, Philippus Bernardus Maria van Straelen.

Sementara, HNLMS Kortenaer lahir dari galangan sama yang menghasilkan De Ruyter, yakni Wilton Fijenoord.

Dilautkan pada 30 Juni 1927, riwayat Kortenaer habis setelah kapal penjelajah kelas berat Jepang, Haguro, menghantamnya dengan sebuah torpedo pada 27 Februari 1942.

Ketika tenggelam, Kortenaer turut menyeret 60 awaknya.

Sebanyak 113 penyintas dari kapal itu berhasil diselamatkan oleh HMS Encounter.
Sumber : beritagar.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply