Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Sampah Plastik di Laut Jawa `Impor` dari Negara Tetangga

Pemuda Maritim - Keberadaan sampah plastik di laut Indonesia tak hanya dipengaruhi masyarakat yang belum sadar kebersihan lingkungan. Negara tetangga diduga turut andil mencemari laut Indonesia.

Peneliti kelautan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yusuf Nurrahman mengatakan, negara Asia Timur punya andil besar dalam penyebaran sampah plastik di Indonesia. Arus laut Indonesia (arlindo) membuat sampah dari Asia Timur terjebak di perairan laut Jawa.

Sampah yang mengapung di arus laut yang datang dari utara Pulau Sulawesi masuk ke kawasan arlindo. Sedangkan dari laut Jawa tidak ada pengeluaran sampah lantaran terhalang pulau Sumatera.

"Saya belum hitung seberapa besar jumlahnya, tetapi dari penelitian kami di Indramayu, banyak kiriman sampah plastik dari Thailand, Filipina, dan dari negara Asia Timur lainnya," kata Yusuf di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Selasa (1/11/2016)

Dalam penelitian Yusuf, asal sampah plastik bisa diketahui dari label produk olahan. Menurutnya, sampah plastik tak bisa terurai sempurna jika dibiarkan berada di lautan.

"Sekarang kita lakukan daur ulang sampah plastik di darat, tetapi jika di laut dibiarkan akan tetap saja memberi ancaman besar khususnya bagi biota laut," kata Yusuf.

Sampah plastik akan berubah menjadi mikro plastik di lautan. Biota laut langka seperti Penyu Hijau, Ikan Hiu dan Ikan Paus takkan bisa membedakan makanan mereka dengan sampah mikro plastik yang tersebar.

Peredaran sampah plastik di laut di seluruh dunia akan melebihi jumlah ikan di laut pada 2050. Dalam perkiraan secara global, Indonesia menghasilkan 1.29 juta ton sampah plastik di laut setiap tahunnya.

Ini membuat Indonesia menjadi negara penghasil sampah plastik di laut terbesar di dunia bersama Tiongkok, Filipina, dan Vietnam. Jika negara-negara ini mengurangi sampah plastik di laut hinga 75 persen saja, berarti mengurangi sekitar 45 persen sampah plastik di laut di seluruh dunia.
Sumber : metrotvnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply