Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » Tol Laut Tak Capai Target

doc. smeaker.com

Kementerian Perhubungan menyatakan sistem pelayaran tol laut yang sudah berjalan selama setahun belum mencapai target realisasi muatan. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Bay Mokhamad Hasani, mengatakan realisasi muatan berangkat meningkat, tapi muatan kembali yang dibawa dari wilayah timur ke barat sangat kecil. "Tak sampai 20 persen," kata Bay, di kantornya, kemarin.

Berdasarkan data Kementerian, hingga Oktober lalu, masih ada rute yang tidak mendapat muatan balik sama sekali, yakni T-2 (Tanjung Perak-Merauke), T-4 (Tanjung Priok-Biak), dan T-5 (Makassar-Babang). Muatan balik terbesar ada di trayek T-3 (Tanjung Perak-Waingapu), yakni 18,26 persen dari kapasitas total kapal. Padahal, operasi kapal tol laut yang melayani pelayaran bolak-balik non-stop tidak memenuhi skala keekonomian jika menempuh perjalanan balik tanpa muatan.

Interval realisasi muatan rata-rata keenam trayek tol laut itu hingga Oktober 2016 pun jomplang, yakni 6,46-80,43 persen. Trayek dengan realisasi muatan terendah adalah T-6 (Tanjung Priok-Natuna), yang baru menempuh 12 dari target 14 pelayaran. Menurut Bay, daya angkut kapal pada trayek ini sangat besar, yakni 2.400 ton, tapi hanya memuat barang rata-rata 157 ton selama 12 kali berlayar. Ia beralasan kapal ke Natuna harus besar karena menempuh jalur pelayaran yang berat. "Kapal kecil tidak bisa berlayar jika ombaknya sedang besar," ujar dia.

Agar pelayaran tol laut efisien, Bay mengatakan pihaknya akan membangun pusat logistik bernama Rumah Kita di pelabuhan yang disinggahi kapal-kapal ini. Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk membangun Rumah Kita di Natuna, Tahuna, Manokwari, Larantuka, dan Timika. Rumah Kita juga akan menyediakan dan mengidentifikasi barang-barang yang akan diangkut kapal-kapal tol laut.

Tahun depan, Kementerian Perhubungan akan menambah lima trayek tol laut. Bay mengatakan lima trayek tersebut akan dilelang kepada perusahaan pelayaran swasta mulai bulan ini. Kementerian Perhubungan mengalokasikan anggaran Rp 160 miliar sebagai subsidi biaya operasional pelayaran. Meski proyek ini dilelang untuk swasta, Pelni masih bisa berpartisipasi. "Januari mendatang sudah beroperasi," kata Bay. Juru bicara Pelni, Akhmad Sujadi, menyatakan pihaknya akan menambah enam unit kapal dengan dana penyertaan modal negara sebesar Rp 500 miliar.
Kepada Tempo, Wakil Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto mengatakan tingkat keterisian muatan tol laut akan terus sepi jika pemerintah tidak membangun industri di kawasan Indonesia timur. Namun ia menilai tol laut mampu mengatasi ketimpangan harga di wilayah terpencil karena arus barang mulai lancar.

Adapun Ketua Umum Perkumpulan Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia, Carmelita Hartoto, mengatakan anggotanya siap mengikuti lelang trayek tol laut yang baru. "Apalagi bisa mendapat subsidi."


Ali Hidayat | Angelina Anjar Sawitri

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply