Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Usul Alumni ITS ke Jokowi Soal Maritim, Energi Laut Harus Diperkuat

Pemuda Maritim - Energi laut di Indonesia bisa menjadi salah satu potensi untuk dikembangkan untuk mengatasi persoalan energi di dalam negeri. Hal itu sangat memungkinkan karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan kawasan laut yang cukup luas.

Terkait dengan itu, Pengurus Pusat Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember ((PP IKA ITS) Surabaya memberikan masukan kepada Presiden Joko Widodo saat diterima di Istana Merdeka, , Selasa (1/11). Adapun pengurus PP IKA ITS yang hadir adalah Dwi Sucipto yang juga Direktur Utama Pertamina, Mukhtasor yang juga mantan Anggota Dewan Energi Nasional (2009-2014), dan Satya Widya Yudha yang juga anggota Komisi VII DPR. Selain itu ada juga Rifky E Hardijanto, Gatot Kustyadji, dan dan Anas Rosjidi.

Menurut Ketua PP IKA ITS Dwi Sucipto, potensi energi laut itu merupakan salah satu masukan dari PP IKA ITS dalam usulan tentang strategi geopolitik dan geoekonomi Indonesia sebagai negara maritim. Potensi negara kepulauan dengan luas laut mencapai 70% harus dikembangkan. “Untuk itu strategi negara maritim perlu diperkuat dan diimplementasikan dengan baik," kata Dwi dalam keterangannya.

Wakil Ketua PP IKA ITS Mukhtasor menegaskan bahwa potensi ekonomi kelautan perlu dikembangkan dengan lebih kreatif dan inovatif. "Salah satu yang mempunyai prospek adalah mempersiapkan industri nasional di bidang energi laut,” ujar guru besar ITS ini.

Untuk itu, lanjutnya, perlu didorong kemampuan industri yang kuat dalam rantai pasok energi arus, gelombang, dan panas laut.
Menurut kajian alumni PP IKA ITS, potensi praktis energi laut bisa mencapai 60.000 MW dan ini menjadi sumber kekuatan ekonomi yang besar dalam lima tahun mendatang.

"Energi laut adalah solusi jangka menengah dan panjang, maka pemerintah harus hadir dalam penyiapan dan penguatan industri energi laut ini," ujarnya.

Dalam pertemuan dengan Jokowi, pengurus IKA ITS melaporkan hasil focus group on discusion/FGD dengan tema Indonesia menjadi poros maritim dunia yang mandiri, maju dan kuat. "Presiden mendorong agar hasil FGD tentang kemaritiman ditindaklanjuti dan mengarahkan pelaksanaan agenda prioritas seperti infrastruktur, ESDM, industri dan beberapa hal terkait poros maritim ini," kata Dwi.

Dikatakan, sebagai tindak lanjut dari FGD maka dalam waktu dekat akan digelar sarasehan bertema mencapai kemandirian energi dan poros maritim dunia untuk kemandirian bangsa. "Ini juga dalam rangka Dies Natalis ITS pada November ini," kata Dwi.
Sumber :  www.beritasatu.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply