Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Zona di Atas 4 Mil Belum Dioptimalkan Nelayan

Pemuda Maritim - Minimnya armada tangkap para nelayan yang ada di Kalimantan Utara (Kaltara) membuat potensi perikanan yang berada di kawasan zona di atas 4 mil belum dioptimalkan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara Amir Bakrie mengaku kawasan perairan di atas 4 mil memiliki pontesi perikanan yang cukup banyak. Namun sayang, pemanfaatan masih belum merata di seluruh perairan.

“Potensi perikanan kita di Kaltara sangat banyak. Yang dimanfaatkan itu masih di bawah 4 mil, sedangkan di atas itu belum tersentuh. Ibaratnya, ikan di zona itu mati ndak ditangkap,” ujarnya, Rabu (9/11) lalu.

Berdasarkan kajian dari Universitas Hasanuddin Makassar, kata Amir, pola pengelolaan potensi kelautan di Kaltara masih tergolong under fishing atau dengan kata lain masih banyak potensi ikan yang belum dimaksimalkan.

“Potensinya lebih banyak daripada armada penangkapan,” sebutnya.

Dijelaskan, Kaltara berbeda dengan perairan lain di Indonesia seperti Pulau Jawa yang telah masuk dalam kategori over fishing. Di wilayah Jawa, ekosistem kelautannya terus ditangkap oleh nelayan. Namun, jika dibandingkan dengan potensi Kaltara yang banyak, tapi tidak berimbang dengan armada tangkap.

Bahkan menurut dia, garis pantai Kaltara 3.515 km menyimpan berbagai potensi kelautan. Dengan begitu, dirinya  melihat kegiatan tangkap nelayan masih terkonsentrasi di zona 4 mil. Padahal, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah melarang adanya kegiatan tangkap di zona 4 mil dari pantai.

“Sebenarnya kita ingin mendorong masyarakat, khususnya nelayan agar melakukan kegiatan di zona yang tidak dilarang, yaitu di atas 4 mil. Selama ini kan kita kalau mau tangkap, selalu cari yang dekat-dekat saja. Padahal, di atas zona 4 mil itu lebih banyak lagi potensi ikannya,” ujarnya.

Amir mengatakan, prototipe nelayan Kaltara menyesuaikan dengan armada tangkap yang dimiliki. Sebagian besar armada hanya bisa beroperasi di bawah 4 mil. “4 mil ke atas hanya sedikit saja nelayan yang bisa. Karena armada penangkapan nelayan masih sedikit,” ungkapnya.

Armada nelayan Kaltara kurang lebih dari 90 persen menggunakan kapal 5 GT. Sedangkan kapal dengan kapasitas 10-35 GT masih dapat dihitung jari. “Kalau armada kita kan rata-rata kecil semua. Di atas 90 persen adalah di bawah 5 GT. Yang masih pakai dong feng, ketinting. Kalau kapal tangkap di Kaltara di atas 10 GT-35 GT hanya belasan saja, tidak sampai 20 unit,” sebutnya.
Sumber : bulungan.prokal.co

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply