Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » 300 Nelayan Trawl Bebas Beraktivitas di PPU


Pemuda Maritim - Hal itu pun menjadi sorotan nelayan lokal. Apalagi pernah terjadi konflik di Kecamatan Babulu. Hal tersebut juga berpotensi terjadi di pesisir Kecamatan Waru.

Rudi, warga Kecamatan Waru, mengungkapkan nelayan yang menggunakan alat tangkap terlarang tersebut sering dijumpainya saat melaut. "Harusnya pemerintah melihat dan berbuat, jangan sampai ada konflik. Jika alat tangkap itu dilarang, pemerintah wajib tegas. Kami yang taat aturan jangan sampai dirugikan," ucapnya.

Dirinya meminta, jika pengawasan perairan bukanlah wewenang Pemkab PPU, harusnya tetap ada upaya untuk menyelesaikan masalah. "Saya berharap ini disikapi serius, karena berdampak pada tangkapan ikan kami," tutur Rudi.

Terpisah, Plt Kepala DKP PPU Ahmad Usman menyebut telah melakukan berbagai upaya yang menjadi kewenangannya. “Salah satunya dengan menyosialisasikan larangan pengguna alat tangkap trawl. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, untuk pengawasan itu, wilayah provinsi. Kami tidak dapat melampaui apa yang menjadi kewenangan daerah," ujarnya, kemarin (27/12).

Dia menyebut, telah melaporkan kondisi itu provinsi. "Jika pihak provinsi turun ke lapangan dan mengajak mengawasi, baru kami bisa ikut," tuturnya. 


Nelayan yang menggunakan alat tangkap trawl kini semakin bebas beraktivitas di perairan Penajam Paser Utara (PPU). Jika menilik data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) PPU, jumlahnya mencapai 300-an nelayan.
Sumber : prokal.co

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply