Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » 93 Nelayan di Bantul Dapatkan BPAN dari Pemerintah Pusat

 Pemuda Maritim -  Sebanyak 93 nelayan dari total 557 nelayan di Bantul, akhirnya mengikuti program Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN).

Program tersebut merupakan inisiatif dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk melindungi nelayan di daerah.

Setelah dilakukan pendataan, akhirnya sejumlah nelayan di Bantul mendapatkan jaminan keselamatan, yang preminya ditanggung pemerintah.

Menurut Kabid Perikanan Tangkap DKP Bantul, Yuswarseno, program BPAN merupakan program nasional yang bertujuan untuk memberikan jaminan perlindungan resiko yang dimiliki nelayan, sekaligus upaya pemerintah untuk memberikan edukasi kepada para nelayan untuk beransuransi.

Dalam prakteknya, program ini dijalankan pemerintah dengan bekerja sama dengan PT Jasindo.

Sebagai program asuransi gratis dari pemerintah, lanjut Yus, sapaan karib Yuswarseno, menyebutkan jika pemerintah pusat hanya menanggung biaya premi asuransi selama setahun. Program asuransi ini diklaimnya sangat menguntungkan masyarakat, karena jika terjadi kecelakaan sewaktu bekerja di laut, para nelayan bisa mengajukan klaim asuransi. "Nilai manfaatnya banyak," ujarnya, Rabu (14/12/2016).

Adapun klaim asuransi yang bisa diajukan para nelayan, di antaranya seperti santunan kecelakaan akibat beraktivitas menangkap ikan, jika meninggal keluarga nelayan bisa klaim asuransi sampai Rp 200 juta, jika mengalami cacat tetap klaimnya sampai Rp 100 juta, dan klaim biaya pengobatan mencapai Rp 20 juta

. "Sementara untuk santunan selain karena aktivitas menangkap ikan, klaim asuransi kematian mencapai Rp 160 juta, cacat tetap Rp 100 juta, dan biaya pengobatan 20 juta," imbuhnya.

Sebenarnya data nelayan yang disetorkan DKP Bantul ke KKP, guna mendapatkan BPAN dari PT Jasindo mencapai 102 nelayan.

Namun setelah dilakukan verifikasi dari pusat, ternyata hanya 93 nelayan saja yang bisa mengakses program tersebut.

Sementara sembilan nelayan lainnya tak terdaftar, diduga karena kelengkapan administrasi kurang memenuhi.

Walaupun hanya 93 nelayan dari 557 nelayan di Bantul yang mendapatkan BPAN, menurut Yus itu tak jadi masalah. Pasalnya sebanyak 153 nelayan di Bantul tercatat mendapatkan jaminan asuransi dari DKP DIY.

Sementara yang lainnya diklaimnya sebagian mengikuti asuransi mandiri.

"Agar para nelayan sadar dengan pentingnya asuransi, kami akan terus mensosialikan dan mendorong para nelayan. Harapan kami ke depan semakin banyak nelayan yang mau beransuransi," tutupnya.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply