Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Akibat Pertambangan, 'Gurita Hantu' Laut Dalam Terancam Punah

Pemuda Maritim - Penjelajah laut dan peneliti telah tercengang ketika pertama kali menemukan ‘Ghost Octopod’ atau gurita hantu di laut dalam dekat sisi timur laut dari Necker atau Pulau Mokumanamana di Kepulauan Hawai. Sayangnya, makhluk yang hidup di kedalaman 13 ribu kaki tersebut terancam punah.

Lantai Samudera Pasifik memiliki logam mangan yang akhirnya perpaduannya akan membentuk benjolan logam atau bola yang disebut nodul. Nodul serupa juga ditemukan di Atlantik dan PBB mengizinkan pemanenan nodul (pertambangan laut dalam) yang juga berisi kobalt dan seng.

Awalnya, pertambangan itu dipercaya tidak akan memengaruhi kehidupan bawah laut karena tak akan ada hewan yang hidup di dasar Samudera Pasifik. Namun, penelitian terbaru menemukan bukti bahwa benda-benda metal tersebut sebenarnya memancarkan cahaya untuk makhluk-makhluk bawah laut.

Makhluk yang baru ditemukan yang disebut ghost octopods atau disebut pula Casper hidup di sekitar mangan untuk mencari makanan. Para ilmuwan ini juga mengamati perilaku bertelurnya karena mereka melihat dua octopods berpegangan pada batang dari spons mati yang berlabuh pada node mangan. Spons membutuhkan mangan untuk tumbuh. Keduanya terlihat mencengkram telur dan tempat yang baik untuk menjaga telur mereka.

Ilmuwan khawatir pertambangan laut menyebabkan para gurita ini kehilangan habitat mereka serta tempat mereka menetaskan telur. "Perilaku merenung dari gurita yang kami amati menunjukkan bahwa seperti spons, mereka juga mungkin rentan terhadap hilangnya habitat setelah pemanenan bidang nodul dan remah oleh eksploitasi komersial," demikian kesimpulan yang diberikan para ilmuwan seperti dilaporkan IB Times, Rabu (21/12/2016). 
Sumber : techno.okezone.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply