Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Armada RI Harus Bisa Melindungi Sumber Daya Laut

Pemuda Maritim - Armada RI dituntut untuk mampu mengatasi berbagai bentuk tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis. Sejalan dengan visi Poros Maritim Dunia yang dicanangkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Armada RI harus mampu hadir untuk melindungi lingkungan dan sumber daya laut, menjaga keamanan, menjamin keselamatan, dan mempertahankan kedaulatan negara di laut.

Hal itu dikatakan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Ade Supandi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (6/12). Kemarin, Senin (5/12), Kasal memimpin upacara Hari Armada RI 2016 di Komplek Satuan Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) I Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Upacara Hari Armada RI 2016 itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Kelautan Dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, para mantan Kasal, mantan Panglima Armada RI, mantan Pangkolinlamil, Plt Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono, para pejabat utama Mabes TNI dan Mabes TNI AL, pemimpin Kotama TNI, Kapolda Metro Jaya, serta para Atase Pertahanan negara sahabat.

Dalam amanatnya, Kasal Laksamana Ade Supandi mengatakan, peringatan Hari Armada RI pada 5 Desember selama ini dilaksanakan secara terpusat di Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim). Tahun ini, ada yang berbeda, karena untuk pertama kali upacara Hari Armada dilaksanakan di dermaga Komplek Satuan Koarmabar I Pondok Dayung. Hal ini bertujuan memberikan pemahaman tentang eksistensi Armada TNI AL di Jakarta.

Kasal mengatakan, upacara ini bukan hanya sebuah kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk mengingat sejarah berdirinya Armada RI dan pengabdian yang telah ditunaikan. Berdasarkan sejarah, Armada AL adalah alat bagi sebuah negara dalam menyebarkan pengaruh dan melindungi kepentingan nasionalnya.

Sampai saat ini, ujar Kasal, Armada RI tetap menjadi sarana utama pencapaian tugas dan peran universal TNI AL. Sejatinya, Armada RI adalah integrasi empat elemen utama, yakni kapal perang, pesawat udara, marinir, dan pangkalan, sehingga komposisi satuannya harus mencerminkan keempat elemen tersebut.

"Melihat konstelasi geografis Indonesia, TNI AL telah menetapkan dua Komando Armada RI Kawasan sebagai Komando Utama Operasi. Selaku Kotamaops, Komando Armada RI bertugas menyelenggarakan operasi intelijen maritim dan operasi laut dalam rangka perang dan selain perang di wilayah masing-masing sesuai dengan kebijakan Panglima TNI," kata Kasal.

Saat ini, ujarnya, upaya peningkatan efektivitas Operasi Komando Armada RI memperoleh hasil yang signifikan dengan semakin singkatnya waktu penindakan dan turunnya angka kasus, terutama di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Selain di dalam negeri, alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan personel Armada RI juga melaksanakan berbagai tugas di luar negeri, seperti misi perdamaian, latihan bersama, dan pertukaran personel. Semua capaian itu adalah hasil kerja keras dan kerja sama semua jajaran di bawah kepemimpinan Panglima Armada RI.

"Komando Armada RI Kawasan juga bertugas melaksanakan pembinaan kemampuan dan kekuatan Sistem Senjata Armada RI Terpadu (SSAT), kemampuan peperangan laut, kesiapan operasional dan pembinaan potensi maritim menjadi kekuatan pertahanan. Kunci pembinaan sesungguhnya berada pada sumber daya manusia sebagai pengawak organisasi," katanya.

Untuk itu, Kasal mengingatkan, pembinaan personel harus dilaksanakan secara berlanjut dan meningkat kualitasnya. Upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan kesempatan kepada personel untuk mengikuti berbagai pendidikan, kursus dan latihan yang relevan dengan bidang profesi, serta tugasnya, baik di dalam dan luar negeri, termasuk menambah ilmu nonprofesi.

Rangkaian peringatan Hari Armada RI 2016 diisi dengan kegiatan upacara parade dan defile pasukan. Juga ditampilkan demontrasi gerak dan lagu perpaduan kolosal yang melibatkan gabungan dari prajurit dan PNS TNI AL Wilayah Barat serta Ibu-ibu Jalasenastri Armada Barat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan demontrasi halang rintang, yang diperagakan prajurit gabungan dari Pasukan Katak Koarmabar, Dislambairarmabar, Mako Koarmabar, dan KRI.
Sumber : www.beritasatu.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply