Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » BMKG Imbau Nelayan Bengkulu Waspadai Badai dan Gelombang

Pemuda Maritim -  Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu mengimbau para nelayan agar waspada mengingat beberapa hari ke depan badai dan gelombang besar masih melanda perairan di daerah ini.

"Sebaiknya nelayan tidak melaut untuk mengurangi risiko," kata Kabid Observasi BMKG Bengkulu, Sudiyanto, di Bengkulu, Selasa (13/12).

Ia mengatakan, ketinggian gelombang di perairan laut Bengkulu saat ini mencapai 2-3 meter sehingga berbahaya bagi keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal nelayan. Apalagi cuaca sekarang tidak bisa diprediksi. "Cuaca cerah, tiba-tiba berubah mendung, serta datang badai disertai hujan deras. Cuaca seperti ini membahayakan keselamatan para nelayan", katanya.

Hal senada diungkapkan Suherman (37), salah seorang nelayan Pantai Jakat, Kota Bengkulu. Ia mengatakan, sejak cuaca tidak menentu, para nelayan tidak melaut karena khawatir tiba-tiba datang badai. "Jadi, untuk amannya tidak berangkat melaut dulu sampai cuaca aman, dan gelombang di laut Bengkulu kembali normal," ujarnya.

Selama tidak melaut dirinya bekerja sebagai buruh bangunan dengan upah Rp 80.000 per hari.

Hal serupa dilakukan Agustam (52), nelayan Kota Bengkulu lainnya. Ia mengatakan, sudah hampir setahun ini dirinya tidak lagi berangkat ke laut mencari ikan. "Saya sudah setahun ini banting stir menjadi buruh bangunan. Jadi kuli bangunan lebih pasti ketimbang mencari ikan di laut karena sekarang cuaca sekarang tidak menentu," ujarnya.

Selain itu, risiko bekerja buruh bangunan tidak begitu besar dibanding nelayan. "Dalam cuaca ekstrem sekarang ini, kalau kita tidak bisa membaca situasi, bisa-bisa tidak pulang ke darat karena disapu gelombang besar," ujarnya.

Dari pantuan SP, di tempat pelelangan ikan (TPI) Pulau Baai, Kota Bengkulu, Selasa pagi (13/12), terlihat puluhan kapal nelayan tambat karena tidak berangkat ke laut, akibat badai dan gelombang besar. Sementara aktivitas nelayan terlihat sepi. Hampir tidak ada kapal yang bongkar ikan. Demikian pula ibu-ibu pedagang ikan keliling juga terlihat sedikit.

Padahal pada hari biasa, para penjual ikan keliling ramai membeli ikan ke nelayan setempat. Akibat kondisi ini, harga ikan laut meningkat rata-rata Rp 5.000 -Rp 10.000 per kg.
Sumber : beritasatu.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply