Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» »Unlabelled » Dihadang Gelombang Setinggi 4 - 5 Meter, Nelayan Sumenep Tidak Berani Melaut

Pemuda Maritim - Gelombang laut setinggi 4 hingga 5 meter di perairan Kepulauan Sumenep, Madura, membuat sebagian besar nelayan di kepulauan tidak berani melaut.

Perahu yang selama ini digunakan untuk mencari ikan terpaksa ditambatkan di pinggir pantai di desa-desa setempat.

Hal itu terjadi terutama di perairan Pulau Keramian, Pulau Masakambing, Kecamatan Masalembu.

Juga di perairan Pulau Tonduk, Kecamatan Raas, Pulau Sepanjang, Pulau Saobi di Kecamatan Sapeken, kepulauan Sapeken Sumenep.

Kondisi cuaca ektrem membuat masyarakat nelayan di kepulauan tersebut menganggur. Karena satu-satunya mata pencaharian mereka dengan mencari ikan di laut tidak bisa dilakukan, karena ombak yang membahayakan aktivitas memancing dan menjaring ikan.

"Sehari-harinya mereka saat ini banyak berdiam diri di rumah sambil sesekali ke pinggir pantai melihat kondisi perahunya khawatir dibawa arus," ujar Murawi (34), nelayan asal Desa / Pulau Tonduk, Kecamatan Raas, kepada Surya, Senin (12/12/2016).

Menurut Murawi, pada musim angin barat ini masyarakat nelayan juga pasti dilanda paceklik karena minimnya hasil tangkapan ikan.

Kebanyakan nelayan hanya mengandalkan hutang pada tetangga atau kepada pemilik modal.

"Disinilah terkadang banyak bermunculan rentenir, sehingga nelayan semakin menyedihkan," lanjutnya.

Bahkan yang lebih memperihatinkan, untuk menyambung keberlangsungan hidupnya, ada juga nelayan yang terpaksa memakan makanan yang tidak layak.

Seperti makan gaplek atau ketela pohon yang dia simpan jauh hari sebelum musim angin barat tiba.

Badrul Aini, anggota DPRD Sumenep, membenarkan bahwa ketika musim angina barat tiba, paceklik dan kekurangan sembako memang kerapkali terjadi.

Gelombang laut dan ombak dengan ketinggian 4 hingga 5 meter berlangsung antara 5 minggu bahkan sampai 2 bulan ke depan.

"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep bisa mengatasi ini, dan berharap adanya distribusi sembako ke pulau tersebut. Karena jika tetap dibiarkan, bukan tidak mungkin mereka bisa mati kelaparan," jelas Badrul kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan eksekutif, utamanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Sumenep, untuk bisa mengirimkan kebutuhan sembako ke daerah-daerah kepulauan yang saat ini terisolir karena ombak dan angina kencang.
Sumber : www.tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply