Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Gelombang Tinggi, Hasil Tangakapan Nelayan Lamsel Menurun

Pemuda Maritim - Sejumlah nelayan di Kabupaten Lampung Selatan, enggan melaut akibat tingginya gelombang laut yang mencapai 3 meter. Kondisi ini membuat hasil tangkapan ikan jauh menurun.

Pandi (48), nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Dermaga Bom, Kalianda, mengatakan sebagian besar nelayan di wilayah pesisir Pantai Kalianda, enggan melaut karena angin sangat kencang. Mereka lebih memilih memperbaiki jaring yang rusak daripada melaut.

"Cuaca buruk terjadi sepekan terakhir. Hembusan angin dan gelombang tinggi bisa mengancam keselamatan nelayan saat mencari ikan di tengah laut," kata dia kepada Lampung Post, Minggu (4/12/2016).

Menurut dia, ada beberapa nelayan yang tetap melaut, tapi tidak berani terlalu jauh dari pantai. Ada juga nelayan yang beralih profesi sementara hingga cuaca bersahabat kembali.

Kamto (48), nelayan asal Kecamatan Rajabasa, Lamsel, mengatakan tingginya gelombang membuat para nelayan hanya bisa melakukan aktivitas menangkap ikan di sekitar pantai. Mereka lebih memilih mencari aman ketimbang memaksakan diri ke tengah laut.

Menurutnya, akibat adanya gelombang tinggi sejak sepekan terakhir tangkapan mereka menjadi turun drastis. Biasanya, dengan biaya dalam satu kali melaut mencapai Rp1,5juta–Rp2juta bisa meraih hasil tangkapan ikan hingga 350 kilogram.

"Sejak cuaca buruk ini hasil tangkapan ikan kami menurun. Ini saja kami hanya mendapatkan ikan sebanyak 8-10 kilogram," kata dia. 
Sumber : lampost.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply