Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Harga Ikan di Pasar Tradisional Mulai Melonjak

Pemuda Maritim - Peningkatan intensitas curah hujan yang terjadi di Kota Minyak memasuki bulan Desember menyebabkan nelayan tradisional yang menggunakan kapal kecil hingga kapal besar takut untuk melaut.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Keluatan Kota Balikpapan Yosmianto. Menurutnya, imbasnya mempengaruhi harga ikan di pasar tradisional. Termasuk harga ayam potong juga ikut naik.

“Cuaca seperti ini akhirnya ikan mahal, ayam juga mahal ya. Kita upayakan masyarakat ke pengganti kayak ikan lele. Ikan air tawar. Ada yang melaut cuaca kapal ukuran besar saja,” ujarnya.

Karenanya kini banyak ikan yang di datangkan dari luar Kota Balikpapan diantaranya dari Mamuju Sulawesi Barat maupun Kota Bontang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Mereka pakai kapal-kapal besar, ada penyimpanan es,”ungkapnya.

Kata dia, nelayan Balikpapan sudah sejak lama mencari ikan lebih dari 12 mil dari garis pantai. Hal itu karena makin sulit mencari ikan di perairan Balikpapan. Sehingga faktor cuaca sangat berpengaruh bagi nelayan-nelayan kecil.  “Di kita ada 5000 nelayan baik di Kampung baru, Markoni, Lamaru, Teritip, Manggar,” ujarnya.

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Mulyono Rahadi Prabowo,  mengatakan curah hujan di Indonesia diperkirakan semakin meningkat pada tiga bulan terakhir menjelang akhir tahun. Meski demikian, masa awal musim penghujan terjadi secara tidak merata di Indonesia.

"Masa awal musim penghujan tahun ini tidak merata untuk seluruh wilayah Indonesia. Namun, dipastikan curah hujan selama tiga bulan ke depan semakin meningkat," jelas Mulyono.
Sumber : balikpapan.prokal.co

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply