Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Kapal Nelayan Tabrak Tanker dan Meledak, Dua Tewas, Satu Hilang

Pemuda Maritim - Kecelakaan transportasi laut kembali terjadi. Kapal nelayan yang mengalami mati mesin menabrak kapal tanker Angelia 2 di perairan Bahodopi, Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (27/12) sekira pukul 18.30 Wita. Personel Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Sultra dan Search and Rescue (SAR) Kendari turun melakukan evakuasi terhadap korban.

Informasi yang dihimpun koran ini, kecelakaan bermula dari kapal nelayan yang menabrak kapal tanker Angelia 2 berpenumpang 14 orang. Akibatnya, dua Anak Buah Kapal (ABK) Angelia 2 tewas, yakni Maraten Pangkunriang dan Theodorus Tumanan. Sedangkan dua nelayan, Samsul (36) dan Irwansyah selamat. Pemilik kapal nelayan, Sofyan hingga saat ini belum ditemukan. Dua ABK tewas itu disaat hendak menolong nelayan yang menabrak kapal tanker. Saat itu, kapal nelayan meledak tidak lama dua ABK berada di kapal nelayan. Irwansyah mengalami luka bakar dibagian kaki. Samsul mengalami syok karena terapung selama dua jam.

Samsul menceritakan kronologi kecelakaan kapal tersebut terjadi akibat mati mesin yang dialami kapal nelayan. Sekira pukul 15.00 wita, dia bersama dua rekannya bertolak dari Pelabuhan Bungku untuk mencari ikan. Ditengah perjalanan, kapal mengalami kerusakan sehingga lampu kapal ikut padam. “Pada saat itu sangat gelap dan sangat berkabut jadi susah kita melihat,” ujar Samsul saat ditemui di Rumah Sakit Santa Ana, Rabu (28/12).

Samsul dibantu Irwansyah mencoba memperbaiki mesin kapal. Disaat yang sama, Sofyan masih tertidur. Meski mati mesin, longboat nelayan tersebut masih melaju kencang tapi Samsul berusaha mengatasi kecepatan kapal. “Tiba-tiba saya dengar teriakan teman, katanya ada kapal tanker dan kami menabraknya. Saya melompat ke laut. Setelah ledakan, saya melihat Sofyan lagi,” paparnya.

Sementara Ibnu (36), salah satu ABK Angelia 2 mengatakan dua orang rekannya yang tewas itu berniat memberikan pertolongan. Namun saat ia berada di kapal nelayan, tiba-tiba kapalnya meledak. “Kalau saya bergantung di tali untuk menyelamatkan satu orang yang berada dilaut,” tuturnya saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara, Kendari.

Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) Kendari, Amiruddin melalui humas SAR Wahyudi menjelaskan setelah mendapat informasi dari personel Ditpoliar Polda Sultra, pihaknya bergegas menuju tempat kejadian dan melakukan proses evakuasi, Rabu (28/12) pagi kemarin. “Kami hanya menjemput korban yang telah berada di kapal Angelia 2 agar segera mendapat pertolongan medis di Kendari karena lebih dekat dari lokasi kejadian,” ungkap Amiruddin. 
Sumber : kendaripos.fajar.co.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply