Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Kapal Nelayan Tabrakan dengan Kapal Tengker, Dua ABK Tewas

Pemuda Maritim - Musibah tabrakan antara kapal nelayan dengan sebuah kapal tengker terjadi di perairan Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa 27 Desember 2016.

Akibat insiden tersebut dua orang Anak Buah Kapal Tengker MT Angelia 2 bernama Marten dan Tedorus dinyatakan tewas. Sementara seorang ABK kapal nelayan dilaporkan hilang. Beberapa ABK lainnya mengalami luka bakar akibat kapal nelayan tersebut meledak dan terbakar sesaat setelah terjadi tabrakan.

Humas Basarnas Kendari, Wahyudi menuturkan, musibah ini terjadi karena ABK kapal nelayan tidak bisa mengarahkan kapal kearah lebih aman karena kondisi di Perairan Morowali dalam kondisi gelap dan mendung. Kondisi mesin kapal yang rusak mengakibatkan lampu kapal padam memperburuk situasi.

“Kami dihubungi oleh salah seorang ABK MT Angelia 2 bahwa kapal mereka bertabrakan dengan kapal nelayan di Perairan Morowali. Saat kami dihubungi kapal MT Angelia 2 sudah di Perairan Kendari dan membawa korban meninggal. Kami langsung mengevakuasi korban dan membawanya di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari,” kata Wahyudi melalui sambungan telepon, Rabu 28 Desember 2016 siang tadi.

Dijelaskan Yudi, sesampainya di kapal MT Angelia 2, selain melakukan penyelamatan, pihaknya juga melakukan pengumpulan data kronologis kasus.

Dari seorang saksi yang merupakan ABK MT Angelia 2, bernama Muh. Alam Idris, bahwa kasus ini terjadi pada Selasa malam Pukul 19.00 Wita. Kapal nelayan tersebut kata saksi dari arah Sulteng untuk keluar diperairan luas.

“Kapal tengker ini juga dari arah Sulteng menuju Baubau. Setelah di perairan Morowali, kapal nelayan mengalami kerusakan mesin dan lampu padam hingga akhirnya menabrak kapal tengker. Kapal nelayan menghantam badan bagian tengah kapal tengker,” kata saksi dikutip Yudi.

Diperoleh informasi kapal nelayan tersebut dikemudikan Samsul (ABK) dan Irwansyah (ABK), sedang Sulfian yang bertugas sebagai nahkoda tertidur didalam kapal.

Saat kecelakaan terjadi, Samsul dan Irwansyah langsung melompat ke laut dan kapal sudah dalam kondisi terbakar.

Menurut Wahyudi, untuk menyelamatkan Samsul dan Irwansyah korban Marten dan Tedorus langsung melompat untuk penyelamatan.

“Saat melompat untuk menyelamatkan Samsul dan Irwansyah, tiba-tiba kapal meledak dan serpihannya mengenai Marten dan Tedorus. Akibatnya Marten dan Tedorus mengalami luka bakar dan tidak bisa tertolong,” urainya.

Melihat Marten dan Tedorus tidak sadarkan diri dilautan, ABK MT Angelia 2 lainnya langsung mengangkatnya Marten dan Tedorus naik keatas kapal.

Kondisinya sangat mengenaskan karena mengalami luka bakar hampir diseluruh bagian tubuh. Irwansyah juga yang melompat sempat terkena percikan api dan mengenai bagian bawah tubuhnya.

“Akibat kejadian ini Marten dan Tedorus meninggal dunia, sedang Irwansyah mengalami luka bakar dan Sulfian yang nahkoda kapal nelayan hilang, kami tidak tahu apakah tenggelam atau seperti apa,” ungkap Wahyudi.

Setelah semuanya dievakuasi, kapal tengker MT Angelia 2 langsung membawa semua korban menuju Kendari untuk menjalani perawatan dan menghubungi SAR Kendari. Tepat Pukul 09.00 Wita, SAR Kendari juga langsung melakukan evakuasi korban dan dilarikan ke Rumah Sakit Santaana dan Rumah Sakit Bhayangkara.
Sumber : kabarkendari.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply