Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Keanehan Dibalik Tabrakan Kapal Nelayan dan Kapal Tanker

Pemuda Maritim - Insiden tabrakan maut yang melibatkan sebuah kapal nelayan dan kapal tanker asal Sulawesi Tengah di Perairan Morowali, Selasa 27 Desember 2016, yang menewaskan dua orang Anak Buah Kapal masih menyisakan tanda tanya.

Seorang ABK kapal nelayan bernama Samsul dan Irwansyah yang menjadi korban dalam insiden ini, juga merasa heran atas tewasnya Marten dan Tedorus (ABK kapal tangker).

Ditemui di ruang rawat inap Rumah Sakit Bhayangkara Kendari, Kamis 29 Desember 2016, Samsul menuturkan saat kejadian seharusnya yang menjadi korban hanya mereka bertiga yakni Sulfia (kapten kapal nelayan), Irwansyah (ABK kapal nelayan) dan dirinya.

“Kan kapal MT Angelia 2 ini besar. Sementara berlayar kami langsung melihat kapal ini pas depan kapal kami. Tidak bisa menghindari selain menghantam kapal,” kata Samsul.

Dirinya melanjutkan, diketahuinya kapal MT Angelia 2 berada pas depan kapal mereka, berdasarkan teriakan sahabatnya Irwansyah yang berada di ruang dapur saat kejadian.

Sementara dia dan Sulfian (korban yang hilang akibat kapal tabrakan) berada dalam ruang mesin, memperbaiki mesin yang mengalami kerusakan.

“Pas dengar suara dari Irwansyah katanya ada kapal didepan, saya langsung keluar dari ruang mesin bersama Sulfian dan loncat kelaut. Setelah itu kapal terbakar dan meledak,” kata Samsul lagi.

Anehnya kata dia, dirinya yang berada dalam ruang mesin yang berukuran 1 M x 1 M bisa cepat menyelamatkan diri dari ledakan dan api.

Sementara Irwansyah yang berada dalam ruangan terbuka malah menjadi korban dengan mengalami luka bakar akibat ledakan kapal. Harusnya kata Samsul Irwansyah bisa lebih cepat lompat kelaut dan tidak akan menjadi korban.

“Itu juga pak, mungkin karena panik makanya tidak bisa loncat. Nanti setelah di laut baru saya lihat ini teman (Irwansyah) ternyata luka bakar. Saya tidak tahu juga kenapa bisa luka bakar. Yang pasti saya lihat sudah begitu,” jelasnya.

Lebih aneh lagi katanya, saat sementara terapung kapten kapal mereka Sulfian malah tidak terlihat dan hilang di dasar laut. Tidak saja itu, setelah ledakan terjadi dirinya dikagetkan dengan dua mayat yakni Marten dan Tedorus yang terapung-apung yang jaraknya tidak jauh darinya.

“Saya juga bingung pak kenapa ini ABK (Marten dan Tedorus) kapal tanker terbakar juga. Katanya ABK kapal tangker yang lain, ini korban yang meninggal (Marten dan Tedorus) loncat dilaut dan dikena ledakan,” katanya sambil menggaruk kepalanya.

Katanya, saat ini dirinya hanya menunggu Dit Polair Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara yang sementara melakukan penyelidikan. Tidak saja itu, dirinya harus mengurusi Irwansyah yang setiap saat harus ke kamar mandi untuk buang air kecil. Dalam keadaan ini dia harus berusaha membantu mengangkat temannya itu.

“Saya menunggu sambil urus ini teman. Tapi kita juga masih trauma. Apalagi ada yang meninggal,” tuturnya.

Sementara Irwansyah hanya mampu terbaring dan mengonsumsi makanan yang diberikan pihak rumah sakit. Irwansyah yang mengalami luka bakar hampir 50 persen ditubuhnya saat ditanya mengapa tidak mengikuti sahabatnya melompat kelaut, mengungkapkan saat insiden terjadi dirinya bingung mau buat apa.

“Kaget saya pak. Tapi sempat juga loncat dan sudah terbakar juga badan saya,” jelasnya.

Katanya, dalam keadaan terbakar itulah dirinya berusaha mengapung di laut menunggu bantuan kapal MT Angelia 2 untuk mengevakuasi Marten dan Tedorus yang sudah dalam keadaan meninggal.

Setelah semuanya terevakuasi dirinya menjelaskan masih ada Sulfian yang hilang di lautan.

“Ini ABK kapal besar (Marten dan Tedorus) sudah meninggal terbakar juga. Saya bilang ada Sulfian yang belum dievakuasi, setelah dicari sudah tidak ada lagi. Hanyut bersama kapal,” tuturnya.

Tabrakan antara kapal nelayan dengan sebuah kapal tanker terjadi di perairan Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa 27 Desember 2016. Akibat insiden tersebut dua orang Anak Buah Kapal Tengker MT Angelia 2 bernama Marten dan Tedorus dinyatakan tewas. Sementara seorang ABK kapal nelayan dilaporkan hilang.

Beberapa ABK lainnya mengalami luka bakar akibat kapal nelayan tersebut meledak dan terbakar sesaat setelah terjadi tabrakan.
Sumber : kabarkendari.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply