Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Kesaksian Lima Nelayan yang Melihat Pesawat Polri Jatuh di Laut


Pemuda Maritim - Lima nelayan Pulau Senayang melihat langsung pesawat Skytruck milik Polri yang jatuh di perairan Pulau Mensanak, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) pada Sabtu 3 Desember 2016. Sebelumnya pesawat berpenumpang 13 orang itu hilang kontak.

Kelima nelayan itu adalah Awaludin (48), Nurizan (35), Akma Rusdian (28), Suwardi (47), dan Muhammad Iksanuddin (24). Jarak lokasi memancing kelima nelayan itu dengan jatuhnya pesawat hanya satu mil.

Ditemui di Pulau Senayang, Awaludin mengatakan, sebelum kejadian dirinya sempat mendengar suara mesin pesawat hidup-hidup mati. Ia melihat pesawat terbang ke atas sebelum ke tengah lautan sekitar Pulau Berangin, Kecamatan Senayang.

"Kami dengar suara mesinnya mati-mati hidup, kemudian jatuh ke bawah," ujar Awaludin, Minggu (4/12/2016).

Ia menyampaikan, setelah melihat pesawat jatuh, Awaluddin bersama dua anaknya Akma dan Iksanuddin langsung ke lokasi, begitu juga dengan Nurizan dengan Suwardi . Setibanya di lokasi, mereka hanya melihat puing-puing serta bahan bakar yang tumpah.

Jarak tempat mereka memancing hanya satu mil dengan lokasi dan menempuh 15 menit perjalanan naik pompong. "Pesawatnya tak lihat lagi, hanya dapat tas, puing-puing kapal," ujarnya.

Mereka tidak takut lagi mendekati lokasi karena kasihan melihat para korban. Apalagi saat itu puing-puing jasad korban bertebaran di sekitar lokasi kejadian. "Kami kasihan lihatnya, puing-puing jasad para korban bertebaran," ujarnya.

Suardi menambahkan, selama ini mereka selalu memancing di lokasi. Ia mengaku baru kali ini melihat kejadian jatuhnya pesawat. Saat pesawat jatuh, ia melihat badan pesawat oleng sebelum menghantam laut.

"Pesawatnya tak kuat ke atas lagi, lalu jatuh, hanya tinggal puing-puing. Sudah hancur semua," tuturnya. 
Sumber : okezone.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply