Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Kisah Sedih 'Panda Laut' Asal Meksiko

Pemuda Maritim -  Vaquita marina (Phocoena sinus) atau lumba-lumba berukuran paling kecil di dunia, kini masuk dalam daftar hewan langka. Lumba-lumba berwajah imut itu, kerap kali tertangkap jaring nelayan yang tersebar di perairan Meksiko, yang berujung pada kematian mereka.

Alasan itulah yang menyebabkan pemerintahan Meksiko menerapkan peraturan baru, yakni melarang adanya penangkapan ikan menggunakan pukat harimau.

Melansir Reuters, selama tiga bulan, sejak Oktober hingga awal Desember 2016, Kementerian Perikanan Meksiko telah memindahkan 103 pukat harimau yang tersebar di Laut Cortez, di kawasan Teluk California.

Beberapa pukat harimau yang dipindahkan tersebut memiliki panjang hingga 500 meter.

Lumba-lumba vaquita kerap ikut terjerat dalam jaring nelayan yang digunakan untuk menangkap totoaba, padahal ikan tersebut juga kini masuk dalam daftar hewan langka.

“Umumnya, pukat itu digunakan untuk menangkap totoaba, hiu serta ikan lain yang bernilai mahal di pasar gelap,” kata Perwakilan CIRVA Lorenzo Rojas-Bracho kepada AFP.

Nelayan mengincar totoaba untuk diambil pelampung renangnya, yang kemudian dikeringkan dan diselundupkan ke China. Di Negeri Tirai Bambu itu, pelampung renang totoaba bernilai ratusan dolar, karena dipercaya berkhasiat bagi kesehatan.

Sementara, akibat kerap terjaring di pukat harimau, jumlah lumba-lumba vaquita turun drastis hingga kini hanya berjumlah 60 ekor. Padahal sejak 2015, pemerintah Meksiko terus melakukan upaya konservasi. Mereka menurunkan patroli laut guna mengawasi penangkapan ikan ilegal, yang kerap tidak sengaja ikut menangkap lumba-lumba vaquita.

Tidak hanya patroli laut, pemerintah Meksiko juga menerbangkan tiga drone dengan kamera beresolusi tinggi, sebagai upaya pengawasan tambahan.

Sayangnya, upaya tersebut belum membuahkan hasil signifikan.

Antara Penyelamatan dan Kepunahan

“Konservasi vaquita marina kini tengah jadi fokus otoritas Meksiko. Langkah pertama yang kita lakukan adalah memindahkan semua pukat harimau di Laut Cortez yang kerap membuat vaquita terperangkap dan mati,” kata Menteri Lingkungan Hidup Meksiko Juan Jose Guerra Abud.

Data International Committee for the Recovery of the Vaquita (CIRVA) menyebutkan, populasi vaquita menurun dari 200 ekor di 2012 menjadi kurang dari 100 di 2014 dan kini, hanya tersisa sekitar 60 ekor.

Diperkirakan, lumba-lumba vaquita akan punah pada 2022, jika tidak ada upaya konservasi yang dilakukan.

Hingga saat ini, belum pernah ada ilmuwan yang berhasil mendokumentasikan vaquita marina dalam kondisi hidup. Mereka kerap kali ditemukan mati karena terjerat jaring nelayan. Hingga saat ini, belum pernah ada ilmuwan yang berhasil mendokumentasikan vaquita marina dalam kondisi hidup. Mereka kerap kali ditemukan mati karena terjerat jaring nelayan. (AFP PHOTO / HECTOR GUERRERO)

“Bukan berarti pemerintah tidak melakukan upaya apa pun, tapi hingga kini belum ada hasil yang berarti dari seluruh upaya yang dilakukan,” papar Rojas-Bracho. “Jumlah vaquita kini hanya sekitar 60 ekor.”

Strategi lain yang tengah dilakukan pemerintah Meksiko adalah menangkap vaquita liar dan kemudian ditangkarkan.

“Penangkaran adalah solusi lain agar populasi mereka bisa diselamatkan. Namun itu juga berisiko,” kata Rojas-Bracho.

Pasalnya, lumba-lumba mudah stres dengan lingkungan yang berubah dan hal itu juga bisa menyebabkan kematian atau mempersempit kemungkinan reproduksi.

“Jika mereka stres, akan segera kami lepas ke laut,” sebut Rojas-Bracho.

Lumba-lumba vaquita juga kerap disebut sebagai panda laut karena penampilan mereka yang imut. Dibanding lumba-lumba lain, vaquita berukuran lebih kecil dan punya ciri khas lingkaran gelap pada mata, seperti panda. Lumba-lumba berukuran 1,5 meter ini juga sangat sulit ditemukan dalam keadaan hidup. Mereka umumnya menyembunyikan diri dari manusia.

Jika ilmuwan Meskiko sukses menangkap mereka, itu akan menjadi kali pertama manusia bisa menangkarkan vaquita.

“Kita belum tahu apakah upaya ini sukses. Namun, jika itu terjadi, itu akan jadi tolak ukur, dengan dua hasil yang kontras, menyelamatkan mereka atau malah mempercepat kepunahan,” tutur Rojas-Bracho.
Sumber : www.cnnindonesia.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply