Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » Koperasi Maritim, Perlawanan Terhadap Ketidakadilan Kapitalisme



Kapitalisme adalah momok yang menakutkan bagi negara-negara berkembang. Akibat kapitalisme, negara-negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah yan notabene adalah negara-negara berkembang menjadi incaran keserakahan negara-negara maju. 

Kapitalisme lahir dari sebuah kebutuhan yang tidak terbatas, sedangkan sumber kebutuhannya terbatas. Dengan adanya kategorisasi seperti itu, maka dunia dibelah menjadi dua, negara yang mencari sumber ekonomi dan negara yang menjadi sumber ekonominya.

Sebagai negara berkembang dan kaya akan sumber daya, Indonesia tidak bisa mengelak dari arus kapitalisme yang sedang mengglobal. Dampaknya adalah sumber daya alam yang semakin terkuras, disusul dengan ketergantungan yang akut terhadap negara maju.

Untuk itu, Pendiri Bangsa merumuskan gagasan ekonomi nasional untuk membawa Indonesia keluar dari terjalnya arus kapitalisme global. Suatu usaha yang bertujuan membawa kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Koperasi maritim sebagai alternatif kekuatan ekonomi

Ketergantungan terhadap negara maju dapat dipangkas dengan adanya “usaha bersama” yang digagas oleh Founding Fathers sebagai bentuk perekonomian yang paling cocok bagi bangsa Indonesia. Apa bentuk usaha bersama itu? Bung Hatta menegaskan, bentuk usaha bersama itu adalah koperasi.

Saat itu, konsep ekonomi yang ditawarkan Barat adalah kapitalisme. Kapitalis lekat dengan pasar bebas yang individualistik, sedangkan koperasi mempunyai persamaan dengan sistem sosial Indonesia yang kolektivistik. Kolektivisme masyarakat Indonesia tertuang dalam wujud azas kekeluargaan. Wujud ini bermuara pada gagasan koperasi.

Koperasi menjadi kekuatan alternatif bangsa. Tidak hanya sekedar simbolisasi ide dan gagasan yang sesuai dengan jiwa masyarakat Indonesia yang suka tolong-menolong, konsep koperasi juga sesuai dengan konstitusi dan amanat UUD 1945 Pasal 33 ayat 1, 2 dan 3.

Hikmah yang bisa dipetik dari sistem koperasi ialah mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa. Selain itu, koperasi menstimulus rasa toleransi dan tanggung jawab bersama dalam menjalankan roda perekonomian rakyat sehingga menjadi kekuatan alternatif ekonomi nasional.

Bagi masyarakat ekonomi lemah, koperasi bisa menjadi jembatan emas menuju kesejahteraan. Mereka menjadikan koperasi sebagai collective action untuk bebas dari belenggu ketidakadilan dan kesewenang-wenangan sistem keserakahan ekonomi.

Salah satu bidang koperasi yang sedang menguat ialah koperasi maritim. Koperasi maritim di Indonesia yang tersebar di daerah-daerah pesisir, sedang berusaha membangun swadaya perekonomian di daerahnya masing-masing. Terlebih lagi fokusnya ialah masyarakat pesisir yang penghasilan ekonominya menengah ke bawah.

Diantara visi koperasi maritim yang sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo ialah membangun galangan kapal untuk nelayan tradisional, kebutuhan air bersih di daerah-daerah pesisir, kebutuhan sekolah-sekolah di kawasan pesisir khususnya daerah timur Indonesia, serta pelatihan sumber daya manusia dalam hal organisasi bisnis koperasi yang akuntabel, transparan, dan manajerial yang modern.

)*Ahmad Pratomo, Ketua Bidang Sejarah dan Budaya Maritim Assosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply