Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Masih Banyak Pakai Bom Ikan di Laut Berau

Pemuda Maritim - Kabupaten Berau terkenal dengan kekayaan lautnya yang didukung dengan posisinya masuk dalam salah satu gugusan segitiga karang (Coral Triangle). Dengan keanekaragaman ini, banyak pilihan spot-spot untuk memancing. Bahkan Berau kini menjadi surganya para pemancing.

Banyak jenis ikan yang biasanya menjadi buruan para pemancing seperti giant travelly, kakap/kurisi, kerapu, baracuda, tuna, escolar dan tengiri, yang bisa didapatkan di Berau. “Laut Berau sangat kaya dengan berbagai macam jenis ikan yang hidup di dalamnya,” kata Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, Minggu (11/12).

Namun ditegaskan Agus, potensi yang sangat besar ini harus dijaga sejak dini. Pasalnya, praktik bom ikan yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab, masih saja terjadi saat ini. Kondisi ini dikhawatirkan membuat keanekaragaman di laut Berau menjadi berkurang, seiring kerusakan terumbu karang sebagai tempat hidup para ikan akibat bom ikan.

Dijelaskan Agus, praktik ilegal seperti ini sangat sulit dihapuskan. Dari hasil evaluasi di lapangan, para pelaku merakit bom ikannya langsung di perahu pada saat ingin mengebom. Tentu kondisi ini menjadi kesulitan bagi aparat hukum dengan tidak adanya barang bukti saat ingin mengamankan pelaku ini.
“Jadi mereka bisa langsung membuang bukti yang ada di perahu, saat melihat ada tim dari keamanan yang datang,” ungkapnya.

Namun demikian, menurut Agus, Pemkab telah menurunkan tim ke pasar-pasar ikan dan memberikan peringatan kepada sejumlah penjual, untuk tidak membeli ikan dari hasil bom ikan. “Yang membeli ini bisa dibilang penadah karena mendukung tindakan illegal ini. Pastinya ini akan dipidanakan. Langkah pertama ini sudah kita lakukan dan hasilnya cukup bagus. Kalau tidak ada pembeli lagi tentu pelaku ini akan rugi,” jelasnya. 
Sumber : www.korankaltim.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply