Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Nelayan Bisa Ajukan Kredit Lunak

Pemuda Maritim - Bagi nelayan yang tidak melaut akibat terjadinya cuaca buruk belakangan ini, tidak perlu khawatir. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Malang memperhatikan kondisi nelayan yang tidak melaut, dengan memberikan fasilitas kemudahan kredit lunak dan terjangkau.

Kredit lunak itu, dipergunakan untuk mengembangkan usaha bagi nelayan yang tidak melaut. Sedangkan akses kredit lunak itu, difasilitasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan & Perikanan (LPMUKP).

Lembaga tersebut, memang khusus memberikan modal usaha bagi nelayan. Kepala DKP Kabupaten Malang, M Nasri Abd Wachid mengatakan, sosialisasi kredit lunak tersebut, sudah dilakukan.

“Melalui fasilitas kredit lunak ini, memberikan manfaat bagi para nelayan di Malang Selatan. Khususnya bagi nelayan kecil dan tidak melaut, akibat cuaca buruk seperti sekarang,” ujarnya kepada Malang Post, kemarin.
Dia menjelaskan, biasanya nelayan yang tidak melaut, mereka hanya bisa menunggu cuaca kondusif dan ombak tidak tinggi lagi. Selain itu, mereka juga mengandalkan pasokan ikan dari tangkapan sebelum cuaca buruk untuk dijual maupun dikonsumsi sendiri.

Nelayan juga ada usaha sendiri dengan budidaya ikan dan pertanian. “Nelayan yang memiliki usaha budidaya, pertanian dan olahan produk ikan, biasanya memiliki keterbatasan modal. Mereka bisa memakai fasilitas kredit lunak yang kami sediakan dan difasilitas oleh kementrian,” terang dia.

Mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh (BKP3) Kabupaten Malang tersebut mengungkapkan,  pihaknya berharap nelayan bisa memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus bagi nelayan.

Sedangkan untuk besaran KUR yang dapat dinikmati nelayan tergantung kebutuhan permodalan, namun kredit ini bisa diberikan tanpa agunan dengan besaran kredit pada batasan tertentu, sementara besaran di atasnya harus menyertakan agunan.

“Bisa tanpa agunan dengan pinjaman maksimal Rp20 juta asalkan usahanya jelas yang terlebih dulu disurvei ke lapangan,” katanya. Dia mengatakan, terkait dengan program ini pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada nelayan.

Terutama mereka yang sudah terdaftar di dinas yang dibuktikan denganb kepemilikan kartu nelayan. “Apalagi pemerintah pusat telah mengalokasikan dana sebesar Rp 500 miliar  untuk program ini. Sehingga, nelayan harus memanfaatkan fasilitas maupun kemudahan ini,” pungkas dia.
Sumber :  www.malang-post.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply