Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Nelayan dan Pertamina

 Pemuda Maritim - “Premium Habis” dan “Pertalite Habis” kerap terpampang di banyak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Banjarmasin. Demikian pula di kota ‘pemerintahan’ Banjarbaru. Jika di dua kota penting di Kalsel ini saja premium dan pertalite sulit didapat, bisa dipastikan di daerah lain di provinsi ini mengalami hal yang sama.

Kedua bahan bakar minyak (BBM) ini terasa langka di Kalsel sejak awal Desember 2016. Pada edisi Selasa, 6 Desember 2016, BPost menurunkan berita tentang habisnya pertalite di sejumlah SPBU di Jalan A Yani Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Menurut seorang petugasnya, kondisi ini terkait akhir tahun. Pertamina mengatur stok agar saat pergantian tahun tidak kehabisan BBM. Penyaluran pertalite dan premium pun digilir. Jika hari ini yang dikirim premiun, maka besoknya pertalite.

Keterangan seperti ini kerap didengar masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) menjelang akhir tahun. Alasan Pertamina, kuotanya tinggal sedikit.

Namun yang terjadi kini, baik premium maupun pertalite kerap tak tersedia. Akibatnya, pengguna kendaraan bermotor terpaksa membeli pertamax yang tentunya lebih mahal. Itu pun kerap pertamaxnya habis.

Kondisi ini tentunya menyulitkan warga. Banyak pilihan tapi tak selalu tersedia. Padahal pemerintah saat ini gencar mempromosikan pertalite sebagai pengganti premium. Bahkan Pertamina Wilayah Kalimantan menggelar program dua liter pertalite gratis dengan cara menukarkan beberapa helai pakaian laik pakai serta sejumlah buku. Ini terkait HUT ke-59 Pertamina. Saat masyarakat mulai menyukai pertalite karena sejumlah keunggulannya, ternyata BBM tersebut tak selalu tersedia.

Ini seperti saat pemerintah berupaya mengganti minyak tanah ke elpiji (LPG) tiga kilogram. Ternyata saat pasokan minyak tanah dikurangi, pasokan elpiji kerap langka. Harga pun melambung. Masyarakat menjadi tak punya pilihan lain kecuali menanggung harga tinggi di tengah kesulitan mendapat bahan bakar.

Area Manager Communication and Relations Pertamina Kalimantan, Dian Hapsari, menyatakan tidak ada kebijakan pengurangan pasokan untuk persiapan pergantian tahun. Tidak lancarnya pasokan minyak akibat kapal tanker terkendala cuaca. Namun Minggu, 11 Desember 2016, stok dinyatakan normal sehingga pasokan dijanjikan lancar.

Cuaca memang tidak bisa diatur oleh manusia. Namun kita tahu akhir tahun adalah musim cuaca buruk. Nelayan pun tahu bakal kesulitan melaut terutama saat Desember. Sebagian dari mereka tentu telah mempersiapkan diri dengan menstok makanan dan tabungan untuk menghadapinya.

Apalagi sekelas Pertamina yang notabene perusahaan besar. Stok harus diperbanyak menjelang akhir tahun. Dengan demikian, tahun depan tidak ada lagi alasan kapal tanker terkendala cuaca. Saat ini mari kita pantau, apakah pasokan BBM kembali lancar. 
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply