Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Nelayan Khawatir Hilang Mata Pencaharian, Ini Alasannya

Ketua Kelompok Nelayan, Pemangkat, Muslimin Hadran mengungkapkan bahwa selama 28 tahun dirinya menjadi nelayan lamdas belum pernah merasakan dampak dari penangkapan menggunakan alat tangkap pukat trawl mini tersebut.

"Katanya lamdas ini merusak ekosistem, karena efek dari penggunaannya, perlu dikaji ulang lagi sampai dimana efeknya, sebagai nelayan lamdas 28 tahun, saya sendiri belum perbah merasakan dampak dari penangkapan, malah hasilnya semakin meningkat," ujarnya, Senin (19/12/2016).

Apabila dilarang dikhawatirkan masyarakat khususnya nelayan kehilangan mata pencahariannya, dirinya bersama kelompok nelayan lainnya meminta permen tersebut di kaji ulang terkait penerapannya di kabupaten.

"Kalau dilarang otomatis hasil nelayan berkurang bahkan semakin sedikit, selama penggunaan lamdas ini hasil tidak berkurang sama sekali, bulan ini sekian besok banyak, hari ini tidak ada besok ada, kami minta tolong dikaji ulang mengenai lamdas ini supaya kami bisa bertahan," ujarnya.

Lanjutnya peraturan tersebut menurutnya tidaklah tepat apabila diterapkan di Sambas maupun secara provinsi karena sebagian besar daerahnya berlumpur bukan berkarang.

"Kami sebagai warga negara tidak mau melanggar hukum, kami juga tidak ingin habitatnya hilang, karena sebenarnya sambas ini daerah pasir tidak ada karang, jangan karang, tunggul pun lari kami, karena jaring dapat terkoyak," katanya.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply