Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » PELINDO III Goes to Campus UNDIP

doc. Pribadi

Pemuda Maritim - Semarang- Seminar “PELINDO III Goes to Campus UNDIP” sukses terselenggara pada tanggal 28 November 2016 di Auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP, Semarang. Seminar yang bertajuk “ Pengelolaan Sumber Daya Maritim Untuk Kesejahteraan Masyarakat ” ini menghadirkan dua pembicara sekaligus yaitu Bapak Husein Latief selaku Direktur Teknik, Teknologi Informasi dan Komunikasi PELINDO III beserta guru besar dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip, Prof. Dr.Ir. Slamet Budi Prayitno, Msc.
Bapak Husein latif menuturkan bahwa ada tiga garapan besar PELINDO untuk menyongsong visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yaitu melalui Revitalisasi, Modernisasi, dan Peningkatan Kapasitas Pelabuhan. Salah satu prestasi luar biasa adalah saat ini PELINDO sudah berhasil membangun terminal otomatis pertama di Indonesia yang bertempat di Teluk Lamong. Selain itu PELINDO III juga berhasil merancang JAVA INTEGRATED INDUSTRIAL & PORT ESTATE (JIIPE). Sebuah proyek yang mengintegrasikan kawasan pelabuhan, industri, dan hunian dalam satu kesatuan. Yang menjadi tantangan adalah kawasan Pelabuhan Tanjung Emas yang sarat dengan  Land Subsidence (penurunan muka tanah) dan banjir rob. Namun PELINDO III sendiri sudah berupaya untuk mengatasi fenomena itu yakni mengintegrasikan dengan sistem pengendalian banjir (polder) Kota Semarang.
Sementara itu, Prof. Dr.Ir. Slamet Budi Prayitno, Msc lebih menekankan pada perlindungan dan penatalaksanaan sumberdaya hayati.
Perlindungan harus segera diikuti dengan penatalaksanaan yang terus menerus dievaluasi sehingga memberikan dampak positif bagi pendapatan negara, kesejahteraan masyarakat, kemandirian dan keberlanjutan.” Kata Dosen Budidaya Perairan yang juga aktif menjadi Pembina UKM Pramuka Undip ini.

Beliau sangat mengapresiasi langkah besar KKP dalam hal ini Bu Susi yang sudah menindak tegas IUU Fishing yang sangat merugikan Indonesia. Tak jauh dari background keilmuan, beliau pun menyinggung terkait potensi perikanan budidaya dengan menyebut  salah satu spesies ikan yang digemari masyarakat jepang dan hanya hidup di Indonesia yaitu Ikan Sidat (Anguilla bicolor). Tentunya ini akan menjadi prospek yang luar biasa bagi perikanan budidaya.

(Nuriyati)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply