Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Polemik Tambang Belo Laut, Anggota DPRD Ini Minta Semua Pihak Saling Menghargai

Pemuda Maritim -Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Deddi Wijaya angkat bicara terkait polemik penambangan di Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok.

Anggota DPRD Dapil Kabupaten Bangka Barat itu berharap semua pihak saling menghargai sekaligus berjiwa besar menyikapi polemik dan permasalahan tersebut.

Semua pihak harus saling menghargai, baik PT Timah selaku pemilik IUP, Pengusaha pemilik KIP/PIP memahami kondisi nelayan yang notabenenya menggantungkan hidup dari laut.

Menurutnya, polemik tambang laut di Belo Laut tak kunjung usai. Perairan Belo Laut pun bak primadona dan rebutan bagi pelaku usaha tambang laut. Seolah, perairan Belo Laut memiliki kandungan timah yang tak pernah habis.

"Sudah berulang kali desa belo laut menuai. konflik pro-kontra tambang laut seakan-akan masalah tambang ini tidak pernah berujung, desa belo laut pun bak selebritis yang menjadi rebutan seolah-olah kandungan timahnya tidak pernah habis. Saya harap mereka (PT Timah dan Mitra-red) memahami kondisi nelayan setempat," ujar politisi Golkar itu, Kamis (15/12/2016)

Deddi tak menampik jika menurut Undang-Undang No. 04 Tahun 2009 tentang Minerba, pemilik IUP seperti PT Timah berwenang melakukan penambangan melalui mitranya, namun tidak mengesampingkan dampak sosial akibat pertambangan tersebut. Baik limbah, maupun lokasi beroperasinya KIP dan PIP yang ditenggarai beroperasi di wilayah tangkapan nelayan.

" Meski ada wewenang untuk menambang, tetapi baiknya mereka juga tidak mengesampingkan dampak dari aktivitas penambangan tersebut. Seperti limbah dan wilayag beroperasi, jangan sampai mengganggu wilayah tangkap nelayan," katanya.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply