Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » STATEMEN TAMLIHA SOAL PENYEBAB KORUPSI BAKAMLA MENYESATKAN


pemudamaritim.com-Statemen anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha bahwa penyebab terjadinya praktik korupsi di Bakamla dalam kaitannya dengan OTT KPK terhadap salahsatu deputi di Bakamla dikarenakan tidak menjadikan Angkatan Laut (AL) sebagai satu-satunya pihak yang diperbolehkan menguasai keamanan laut dalam sebuah acara talkshow disalahsatu tv swasta Kamis malam 15 Desember 2016, dipandang sebagai pernyataan yang keliru dan menyesatkan.

Hal itu disampaikan oleh Irwan Suhanto, Anggota Dewan Redaksi JURNAL MARITIM,  Koordinator Gerakan Nasional (GN)- Sadar Maritim dan Pengurus Rumah Gerakan 98. Menurut Irwan, praktik korupsi di Bakamla tidak ada hubungan dengan memberikan otoritas satu-satunya soal keamanan laut kepada AL. Menurut Irwan, soal korupsi itu perkara penyimpangan praktik penggunaan anggaran, bukan soal siapa yang diberi kewenangan mengurus keamanan laut.

" Tidak ada hubungan sama sekali. Anggota Komisi I kok bikin analisa serampangan. Ingat, keterbutuhan badan negara bernama Bakamla itu amanat undang-undang, bukan asal bikin badan negara. Statemen Tamliha menyesatkan", kata Irwan.

Irwan menambahkan, dalam menjalankan tugas keamanan dan keselamatan di laut, kapal AL tidak bisa difungsikan, karena kapal AL adalah kapal perang.
"Ada aturan soal penggunaan kapal apa yang bisa melakukan tindak pengamanan dan penyelamatan di laut, dan itu diakui secara internasional. Tidak bisa pakai kapal perang. Itulah mengapa Presiden Jokowi menerbitkan Kepres dibentuknya Bakamla, untuk menjalankan fungsi 'sea & coast guard', dengan tugas pokok melaksanakan keamanan dan keselamatan di laut. Saifullah Tamliha harus belajar lagi soal itu, supaya kita tidak mundur kebelakang", tukas Irwan.

Masih menurut Irwan, pernyataan Tamliha itu bukti bahwa masih banyak orang yang gagal paham soal maritim tapi merasa paling mengerti. Dan ini harus diluruskan.

"Syaifullah Tamliha gagal paham. Atau jangan-jangan dia punya agenda menggagalkan visi maritim Presiden. Soal korupsi di Bakamla itu soal perilaku atau sistem yang menyimpang, bukan karena Bakamlanya yang dibentuk. Itu ngawur dan menyesatkan. Apalagi dia bilang agar menyerahkan saja soal keamanan laut ke AL, makin gagal paham dia. Kalau seorang anggota Komisi I DPR saja gagal paham maritim, apalagi rakyat lainnya. Ini harus diluruskan", tutup Irwan. (AZ)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply