Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Tak Tak Boleh Nelayan Lain Tangkap Ikan di Wilayahnya, Nelayan Muntai Bakar Kapal

Sebanyak 200 orang masyarakat Dusun Tua, Desa Muntai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis Riau, membakar kapal pompong KM Gunung Lima yang berada di perairan Kuala Muntai, Rabu (7/12/2016) siang, sekitar pukul 13.30 WIB.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik MM ketika dihubungi mengatakan, aksi pembakaran itu berawal dari penangkapan kapal pompong KM Gunung Lima yang di nahkodai oleh Bakri yang dilakukan oleh nelayan jaring Rawai, Desa Muntan, Kecamatan Bantan atas nama Keri CS.

Selanjutnya, oleh Keri CS kapal pompong milik Bakri di tarik menuju ke pantai Kuala Muntai. Kemudian Bakri dan Abdul Razak, diamankan dirumah Idris yang merupakan Ketua Nelayan Rawai Desa Muntai.

Dirumah Idris, setelah makan dan mandi keduanya lalu dibawa ke Kantor Desa Muntai Kecamatan Bantai untuk dilakukan mediasi yang di hadiri oleh, Halim dan Atuk dari Dinas Kelautan dan Perikanan Bengkalis, Kades Muntai, Ketua BPD Muntai, Babhinkamtibmas dan Babinsa Desa Muntai, Ketua Nelayan Muntai, Kadus Tua dan Nelayan Rawai Desa Muntai.

"Hasil mediasi yang disepakati adalah, Bakri dan Abdul Razak diserahkan ke Polsek Muntai dan barang bukti KM Gunug Lima diamankan oleh masyarakat di Kuala Muntai," jelas Guntur, Kamis (8/12/2016).

Setelah mediasi dilaksanakan dan akan di lakukan pengecekan ke TKP, sekitar 200 orang masyarakat Desa Muntai telah ramai berkumpul. Lalu seorang nelayan diketahui bernama Jep (34) melakukan pembakaran kapal KM Gunung Lima dengan cara membakar pelepah kelapa dan menyiramkan minyak solar yang terdapat di dalam kapal.

Babhinkamtibmas dan Babinsa Desa Muntai, berusaha melarang masyarakat agar tidak melakukan pembakaran namun tidak di gubris dan saat itu api sempat di padamkan oleh Ketua Nelayan Muntai, namun oleh masyarakat dibakar lagi.

Melihat masyarakat yang marah dan situasi tidak kondusif, Bakri dan Abdul Razak diamankan ke Polsek Bantan. Akibat peristiwa tersebut korban mengalami kerugian mencapai Rp200 juta dan melaporkan Deris CS ke pihak kepolisian guna proses selanjutnya.

Diduga, penangkapan dan pembakaran kapal pompong dikarenakan nelayan Rawai Desa Muntai tidak mengizinkan nelayan diluar Desa Muntai untuk melakukan penangkapan ikan di sepanjang perairan Desa Muntai.

Menurut Guntur, kasus seperti ini sebelumnya telah pernah terjadi. Sebelumnya nelayan Rawai juga telah melakukan beberapa kali pengrusakan terhadap kapal nelayan jaring batu Desa Pambang, nelayan jaring Parit 1 Desa Selat Baru dan terakhir pembakaran Kapal pompong Nelayan Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Perlu kiranya, Pemda Bengkalis dan Forkopindan untuk duduk bersama melakukan rapat dengan instansi terkait untuk menyelesaikan konflik nelayan Desa Muntai ini, sehingga kedepan tidak terjadi lagi aksi pengrusakan dan pembakaran," tukas Guntur.
Sumber : www.riaueditor.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply