Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Bantu Nelayan, Ciptakan Alat Penjemur Ikan Solarifish Box

Pemuda Maritim - Hidup harus memberi manfaat. Begitu prinsip yang dipegang Alan Dharmasaputra dan R. Devathara Ardhisatrya. Dua sahabat itu membantu memecahkan problem nelayan dengan menciptakan alat pengering ikan yang praktis dan efisien.

AROMA ikan menyeruak di gang IV, RT 03/RW 02, Kelurahan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Minggu (29/1). Aroma tersebut berasal dari ribuan ikan, teripang, dan rebon yang dijemur warga di beranda rumah mereka.

Di antara deretan rumah yang berada di kawasan padat penduduk itu, terdapat lahan kosong seukuran 10 x 8 meter. Di lahan tersebut, alat itu diletakkan. Alat tersebut berwarna oranye dengan bentuk yang cukup besar. Panjangnya mencapai 6 meter dan tingginya 3 meter. Di tengah alat itu, ada jaring aluminium tipis. ’’Inilah alat yang kami buat. Namanya Solarifish Box,’’ jelas Alan Dharmasaputra kepada Jawa Pos.
Kelebihan Solarfish Box

Alat berbobot 100 kg tersebut dibuat Alan bersama Devathara Ardhisatrya. Ide yang dimiliki dua siswa SMA Nation Star Academy (NSA) itu muncul setelah keduanya melihat kegelisahan nelayan saat menjemur ikan hasil tangkapan dan olahan laut.

Cowok kelahiran 5 November 2000 tersebut menuturkan, selama ini nelayan menjemur ikan ala kadarnya. Setelah dicuci bersih, nelayan biasa menjemur ikan dengan menggunakan cerebeng. Yakni, alat tradisional penjemur ikan dari bambu. Mereka pun hanya mengandalkan sinar matahari.

Saat mendung, nelayan harus bersabar karena ikannya tak kunjung kering. Selain itu, menjemur dengan menggunakan cerebeng berpotensi membuat ikan dan olahan laut tak higienis. Sebab, nelayan menjemurnya di pinggir jalan raya. ’’Kadang, ada pasir di badan ikan. Model jemur pinggir jalan itu juga membuat ikan rawan disikat kucing,’’ katanya, lalu tertawa.

Alan dan Deva ingin membantu para nelayan memecahkan masalah tersebut. Mereka pun membuat alat penjemur yang lebih efisien. Keduanya merancang alat penjemuran bertingkat tiga dengan bentuk mirip dengan rumah limas.

Saat itu mereka berniat membuat alat yang dapat menampung lebih banyak ikan di satu tempat. Namun, alat tersebut ternyata tak bisa digunakan. Sebab, waktu itu Pemkot Surabaya memberlakukan aturan baru bahwa nelayan tidak diperkenankan menjemur ikan di pinggir jalan.

Konsep itu akhirnya mereka ubah total. Yakni, dengan membuat model baru. Bentuknya mirip dengan tabung panjang yang memiliki tiang setinggi 3 meter. Bentuk tabung tersebut menyerupai setengah lingkaran dengan jaring besi di tengahnya. Jaring itu memiliki lebar 1 meter. Tabung panjang tersebut terbuat dari bahan aluminium. ’’Jaring ini berfungsi untuk menjemur ikan,’’ ungkap Alan.

Meski terlihat lebih besar daripada alat sebelumnya, alat yang kemudian mereka namai Solarifish Box itu ternyata lebih efektif digunakan untuk lahan sempit. Sebab, tabung tersebut bisa naik turun. Dengan bantuan katrol, tabung dan jaring bisa terangkat setinggi lebih dari 2 meter. 

Alat itu lebih efisien jika dibandingkan dengan alat penjemur konvensional. Solarifish Box mampu mengeringkan ikan dan olahan laut lebih cepat dua jam daripada alat yang biasa digunakan nelayan.

Penjemuran bisa berlangsung cepat karena Solarifish Box menggunakan bagian tabung aluminium untuk menghantarkan panas. Tabung aluminium bisa ditaruh tepat di bawah jaring ikan. Panas yang masuk ke aluminium akan langsung memantul dan memanaskan ikan dari bawah. Selain sebagai pemanas, tabung itu bisa digunakan sebagai pelindung ikan dari hujan. ’’Tinggal putar katrol ke atas, otomatis tabung berfungsi sebagai penutup,’’ ucap siswa kelas III MIA 2 tersebut.

Ketua RT 03 Hadi Siswanto menyatakan sangat terbantu atas adanya alat inovasi Alan dan Deva. ’’Alatnya ndak ribet. Terutama saat musim hujan begini, sangat membantu. Bisa mengamankan ikan secara cepat,’’ ujar lelaki 40 tahun itu.

Menurut lelaki yang berprofesi sebagai nelayan tersebut, Solarifish Box lebih tahan lama karena terbuat dari besi dan aluminium. Sementara itu, alat yang biasa dipakai nelayan hanya terbuat dari bambu dan jaringnya dari benang. ’’Jaring penjemur ikan biasa cepat rusak karena dimakan tikus,’’ tuturnya.
Sumber : www.jawapos.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply