Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Begini Kondisi Kapal Nelayan Indonesia yang Dibajak Kelompok Abu Sayyaf

Pemuda Maritim - Tiga nelayan Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di salah satu kapal milik Warga Negara Malaysia diduga diculik kelompok Abu Sayyaf.

Kapal yang digunakan ditemukan aparat keamanan Filipina di Perairan Sulu, Filipina Selatan tak jauh dari Pulau Langawan dengan kondisi mesin kapal masih hidup.

Berdasarakan postingan Asosiasi Nelayan Sebatik di Media Sosial (Medsos), identitas ketiga nelayan diketahui masing-masing bernama; Hamdan bin Salim, asal Selayar Provinsi Sulawesi Selatan, dengan nomor paspor AR413790. Lalu Subandi bin Sattu, asal Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan, nomor paspor AS515571 dan Sudarling Samansung, Pulo Bembe, Provinsi Sulawesi Barat, A4034382.

Informasi ini dibenarkan Kepala Konsulat RI Tawau, Malaysia, Krisnha Jeilani yang dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut.

Namun, peristiwa itu ditangani pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, Sabah.

Sebab lokasi kejadian yang berada di Sandakan merupakan wilayah kerja KJRI Kota Kinabalu.

“Yang tangani kasus tersebut Konsulat Jenderal RI di Kota Kinabalu mas,” ujarnya saat dihubungi media via ponselnya, Jumat (20/1).

Ia menyarankan agar media ini untuk menghubungi pihak KJRI Kota Kinabalu jika ingin mengetahui perkembangan lebih jelas.

“Saya juga baru tahunya pas baca berita. Ini saya masih mencari informasi juga. Kami juga menunggu kabar dari Keke (sebutan Kota Kinabalu, Red). Jika diperlukan koordinasi kami siap membantu,” ungkapnya mengakhiri.

Hinga berita itu dibuat, pihak KJRI Kota Kinabalu belum dapat dimintai keterangan. Nomor ponsel yang dihubungi media ini belum dapat tersambung. 
Sumber :  fajar.co.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply