Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Bila Nelayan Mau Ganti Cantrang Terkendala Biaya, Bank Jateng Siap Membantu

Pemuda Maritim - Bank Jateng siap memberikan pendampingan pada para nelayan di Provinsi Jawa Tengah, guna pembiayaan mengganti alat tangkap cantrang dengan alat tangkap ikan yang diizinkan pemerintah. Meski nelayan masih memiliki hutang di bank lain.

"Kita take over kreditur dari bank sebelumnya, dengan catatan dia punya riwayat kinerja yang bagus dan agunannya masih bisa mengkover," kata Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, saat ditemui ketika mendampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berdialog dengan para nelayan di alun-alun Kabupaten Rembang, Rabu (18/1/2017) malam.

Dengan catatan, total maksimal plafon pinjaman para nelayan sebesar 125 persen dari nilai jaminan yang ada.

Nano, panggilan akrabnya, mengatakan, Bank Jateng akan melakukan penelusuran pada nelayan yang mengajukan pinjaman ke bank sebelumnya. Yakni untuk mengetahui apakah yang bersangkutan sudah masuk daftar kredit macet ataukah tidak.

"Sejauh karakternya baik, kita punya kewajiban untuk membiayai itu. Karena dia punya kehidupan dan dia mesti bayar. Kan ada juga yang pinjam di bank lain, kalau karakternya diragukan, ya tidak bisa," katanya.

Namun, Nano meyakini bahwa nelayan memiliki komitmen untuk melakukan pembayaran. Terlebih, ketika sudah melaut dan memeroleh ikan maka dipastikan mampu membayarnya.

Bagi mereka yang memperoleh fasilitasi dari Bank Jateng, lanjutnya, terdapat beberapa keuntungan. Di antaranya, hanya dikenakan bunga 11,5 persen pertahun dengan total waktu investasi sekitar tiga tahun.

Kemudian, selama enam bulan masa perpanjangan penggunaan alat tangkap cantrang, dari 3 Januari sampai 30 Juni 2017, ada keringanan dari Bank Jateng berupa tak perlu membayar cicilan pokoknya.

"Jadi ada periode di mana tidak bayar cicilan hutang pokoknya, tapi bunganya tetap bayar, ini kan meringankan. Itulah bantuan yang kita lakukan. Yaitu selama periode enam bulan ini," ungkapnya.

Ia menambahkan, sejak adanya perpanjangan larangan penggunaan cantrang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan mulai 3 Januari 2017 lalu, sudah ada beberapa nelayan yang mendaftar. Saat ini masih tahap proses penelusuran. Jika persyaratan lengkap dan riwayatnya baik, maka lebih cepat cair.

"Satu orang seminggu saya kira cukup, sepanjang datanya lengkap," katanya.

Dalam dialog itu, banyak nelayan yang mengeluhkan tentang pembiayaan. Salah seorang nelayan, Musyafa, mengaku memiliki 11 kapal, seluruh alat tangkapnya harus diganti selain cantrang. Ia mengaku, sampai saat ini masih memiliki hutang hampir di tiap bank. "Padahal di bank, tidak bisa mengajukan pinjaman lagi selama kreditnya belum lunas," ujarnya.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply