Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Dinas Kelautan Cianjur Segera Bangun Pemecah Ombak

Pemuda Maritim -  Dinas Kelautan Peternakan dan Perikanan Cianjur, Jabar, segera membangun pemecah ombak di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, di mana pembangunan akan menggunakan dana bantuan dari Kementerian Kelautan RI.

Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan Peternakan dan Perikanan Cianjur, H Tata, di Cianjur, Minggu (22/1/2017), mengatakan, tahun ini akan ada dana bantuan dari Pemerintah RI sebesar Rp 20 miliar untuk membangun pemecah ombak di pantai selatan karena ombak yang membawa pasir menyulitkan nelayan untuk melaut.

"Pada musim tertentu ombak membawa pasir yang membuat dermaga menjadi dangkal, sehingga perahu nelayan sulit menepi ataupun keluar dari dermaga, untuk itu akan segera kita bangun pemecah ombak," katanya.

Selama ini kondisi tersebut membuat nelayan seringkali tidak maksimal dalam melaut karena terhambat gundukan pasir masuk ke tepian dermaga, sehingga saat hendak masuk atau keluar, nelayan harus perlahan membawa perahu karena kalau dipaksakan pertahu bisa rusak.

Sedangkan rencana pembangunan pemecah ombak tersebut merupakan pengalihan dan revisi atas pengajuan penataan pantai dan pelabuhan sederhana di Pantai Jayanti, Cidaun. "Rencana sebelumnya dibatalkan, diganti dengan pemecah ombak. Kalau terealisasi, hasil tangkapan ikan dapat melebihi Pelabuhan Ratu-Sukabumi," katanya.

Pemkab Cianjur melalui Dinas Kelautan Peternakan dan Perikanan, tahun 2014, sempat mengajukan rencana pembentukan pelabuhan sederhana, namun nilai anggaran yang mencapai Rp 70 miliar, tidak kunjung direalisasikan pemerintah pusat.

"Kalau sekarang mungkin butuh anggaran sampai Rp 150 miliar karena harga bahan dan lainnya berubah. Sehingga pemkab mengubah perencanaan pembangunan hingga sekedar pemecah ombak, agar perahu yang masuk dan menepi di Jayanti bisa bermuatan lebih dari 50 GT," katanya.

Selama ini, produksi ikan dari Pantai Jayanti, tidak bisa maksimal karena perahu nelayan hanya mampu membawa hasil tangkapan 5 GT, ketika ditambah perahu pecah karena terbentur ombak dan pasir. "Tahun ini hanya 13 ribu ton ikan pertahun, atau sekitar 1000 ton perbulan. Harapan kami setelah dibangun pemecah ombak, kerusakan dan pendangkalan dapat diminimalisir. Minimal perahu tidak cepat rusak dan hasil tangkapan ikan meningkat," katanya. 
Sumber : okezone.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply