Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Gunakan Trawl, TNI AL Tangkap Tiga Kapal Nelayan

Pemuda Maritim - Tiga kapal nelayan disergap petugas dari Sub Pos TNI Angkatan Laut (Subposal) Marangkayu karena melakukan illegal fishing yakni menggunaan alat tangkap jenis pukat atau jaring yang tidak sesuai standar di perairan kaya akan terumbu karang di Kecamatan Muara Badak dan Marangkayu, Sabtu (31/12) siang.

Operasi penangkapan dipimpin langsung Komandan Sub Pos AL Marangkayu, Letda Laut Pelaut, Karel Satriawan dengan mengajak sejumlah awak media.

Ketiga kapal tersebut yakni milik Rahman dan Ijal. Satu kapal lainnya KM Sinar Jaya milik H Muhammad Rivai yang dikemudikan Abdul Rahman.

Alat tangkap milik Rahman dan Ijal asal Muara Badak itu menggunakan kapal dengan kapasitas 7 Gross Ton (GT) langsung diamankan. Alat tangkap sengaja disita petugas karena ukuran lubang pada ujung jaringnya dua inci atau tidak sesuai syarat. “Nelayan ini sedang nge-trawl. Selain melakukan illegal fishing, mereka juga merusak terumbu karang karena trawl mereka ada pemberatnya dan saat ditarik, juga menarik terumbu karang,” kata Karel.

Penangkapan ikan dengan nge-trawl memang marak terjadi di perairan Muara Badak dan Marangkayu. Bahkan, setelah diberikan sosialisasi soal larangan nge-trawl, masih banyak nelayan yang melakukan hal tersebut. “Kalau menangkap ikan dengan begini (Trawl, Red.), ikan kecil juga akan tertangkap. Terus bagaimana ke depan jika ikan kecil sudah dipanen, kapan nelayan bisa menangkap ikan besar lagi,” bebernya.

Setelah mengamankan alat tangkapnya dan didata, kedua nelayan tersebut diminta untuk menghadap ke Sub Pos AL Marangkayu di Penyeberangan Pantai Mutiara, Kecamatan Muara Badak.

Sedangkan satu kapal lainnya milik nelayan asal Bontang yang menangkap ikan di wilayah Objek Vital Nasional (Obvitnas) Chevron Indonesia Company, yakni masuk wilayah Partai Biru Kersik.

Kapal yang digunakan sebesar 2 GT yang mampu memuat puluhan ton ikan. Penggrebekan kapal nelayan Bontang ini berdasarkan laporan Pokmaswas Sumber Laut, Marangkayu.

Hanya saja, saat AL tiba beberapa ABK kapal hanya terlihat memancing. Sedangkan alat tangkapnya yang juga tidak sesuai syarat belum digunakan. Puluhan ABK kapal juga tidak memiliki identitas seperti KTP.

TNI AL kemudian menyita dokumen kapal tersebut dan meminta pemilik kapal untuk mendatangi Pos AL. “Untung kalian sedang tidak menggunakan alat trawl ini, jika menggunakan sudah saya amankan,” ucapnya.
Kapal tersebut kemudian dihalau dan diminta untuk meninggalkan lokasi tersebut. Sebab di bawah laut, ada pipa dan kabel-kabel. “Jika melakukan trawl dan menjatuhan jangkar bisa mengenai pipa dan kabel, ini bisa merugikan negara,” terangnya. 
Sumber : www.korankaltim.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply