Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Ikut Asuransi, Nelayan Bisa Dapat Dana Klaim Sampai Rp 200 Juta


Pemuda Maritim - Pihak Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban berharap banyak nelayan ikut asuransi jiwa khusus nelayan.

Asuransi tersebut bisa memberi para nelayan santunan apabila terjadi kecelakaan padanya, mengingat resiko pekerjaan sebagai nelayan tinggi.

Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Tuban, Muhammad Amenan, nelayan yang ikut asuransi bisa mendapat dana klaim sampai Rp 200 juta.

Adapun dana itu diperuntukkan bagi nelayan yang mengaami kematian saat bekerja.

Ia menyebut, rincian dana klaim asuransi yang bisa didapatkan nelayan sebagai berikut, yakni, klaim santunan akibat kecelakaan saat beratifitas menangkap ikan; kematian Rp 200 juta, cacat total Rp 100 juta, pengobatan Rp 20 juta.

Selain itu, Amenan juga merinci santunan klaim akibat nelayan tidak menangkap ikan, apabila mengalami kematian secara alami sebesar Rp 160 juta, cacat total Rp 100 juta, dan pengobatan Rp 20 juta.

"Ini merupakan program kementerian kelautan dan perikanan kepada nelayan. Tujuannya, selama ini nelayan bingung mencari santunan ketika mengalami kecelakaan saat bekerja," kata Amenan, Kamis (19/1/2017).

Untuk mendaftar ikut asuransi, terang Amenan, nelayan cukup membawa persyaratan kartu anggota kelompok nelayan, KTP yang ada keterangan pekerjaan sebagai nelayan.

Para nelayan dibebaskan membayar premi pada tahun pertama.

"Premi tahun pertama dibiayai kementerian. Nelayan membayar premi pada tahun kedua dan tahun selanjutnya, biayanya cuma Rp 175 ribu per tahun," ungkapnya

Ia berharap, para nelayan di Tuban mengikuti program tersebut agar pemerintah bisa menyalurkan bantuan secara by name by address.

"Bagi nelayan yang belum memiliki bisa mengurus, terlebih dulu meminta surat pengantar dari desa dan diurus langsung di kantoe dinas," katanya.

Program tersebut bergulir sejak 2016. Tahun lalu sudah ada 420 nelayan yang ikut asuransi. Sedangkan tahun 2017 ini, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan mengusulkan kepada kementerian sebanyak 2 ribu kartu asuransi nelayan.

Sementara itu Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Tuban, Muhammad Faisol mengaku, banyak anggotanya ingin ikut asuransi tersebut. Namun, masih banyak yang terkendala status pekerjaan yang tercantum di KTP.

"Program itu memang membantu kami sebagai nelayan, tapi banyak yang enggan mengubah status pekerjaan di KTP. Kebanyakan kan pekerjaan di KTP ditulis swasta" ujarnya.

Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply