Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Imbas Keracunan Massal, Ratusan Nelayan Kerang Hijau Menganggur


Pemuda Maritim - Ratusan nelayan kerang hijau di Desa Karangreja, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menganggur akibat insiden keracunan massal yang terjadi di Kecamatan tersebut pada Sabtu, 10 Desember dan Minggu, 11 Desember 2016.

Keracunan masal tersebut terjadi setelah warga yang berada di Desa Surakarta, Suranenggala Lor, Karangreja dan Suranenggala Kulon, Kecamatan Suranenggala mengonsumsi kerang hijau, akibatnya 26

Salah seorang nelayan kerang hijau, Tardi (32) mengaku sejak terjadinya insiden keracunan masal tersebut, ratusan nelayan menganggur dan menutup kegiatan produksi kerang hijau ini karena adanya imbauan dari pihak kepolisian dan kesadaran para nelayan yang dikhawatirkan memakan korban lagi.

"Dari hasil pemeriksaan laboratorium keracunan masal tersebut diakibatkan dari plankton, namun kami tidak bisa menerima hasil itu karena kami beranggapan plankton itu tidak berbahaya," terang Tardi kepada Okezone, Kamis (12/1/2017).

Tardi menduga keracunan masal itu diakibatkan karena perubahan kondisi air laut, didapatkan ada tumpahan minyak yang mencemari pesisir pantai Cirebon. Bahkan, para nelayan bersikeras bahwa keracunan tersebut akibat limbah industri yang mencemari pesisir pantai.

"Selama 30 tahun hal ini baru pertama kali terjadi, kami yang tahu perubahan air laut maka kami menduga karena adanya perubahan air laut bukan dari plankton," kata dia.

Atas kejadian itu, pihaknya menyayangkan kepada dinas terkait yang dirasa tutup mata, seharusnya pihak dinas meninjau dan memeriksa kondisi laut di Cirebon dan membimbing para nelayan, namun nasib nelayan yang menganggur akibat insiden itu tidak diperhatikan.

"Karena tuntunan ekonomi, kami terpaksa harus memulai produksi kembali meskipun kerugian harus kami dapatkan. Pasalnya mulai dari harga hingga pengolahan terjadi perubahan," ucapnya.

Menurutnya, yang sebelumnya pengolahan hanya dilakukan dua kali proses kini harus dilakukan lima kali proses, yang dimulai dari merebus kerang hijau lalu dicuci kemudian diberikan penawar anti-racun dicuci lagi dan dibungkus untuk selanjutnya dikirim.

"Prosesnya banyak, dana yang dibutuhkan juga banyak. Akan tetapi pendapatan kami tidak sebanding dengan itu, sekarang harga perkilogram kerang hijau hanya sebesar Rp20.000 yang dulunya Rp25.000," paparnya.

Untuk itu, pihaknya berharap agar dinas terkait bisa membantu menyelesaikan permasalahan ini, dengan membimbing dan menuntun para nelayan karena para nelayan kerang hijau ingin bisa beroperasi kembali seperti semula tanpa adanya kekhawatiran insiden keracunan masal lagi. 

Sumber : okezone.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply