Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Kadar Racun Tinggi Pada Kerang Terkait Pemanasan Laut

Pemuda Maritim - Penelitian terbaru mengungkap, kadar asam domoic pada tingkat membahayakan yang terakumulasi dalam kerang dipastikan terkait dengan kondisi laut yang memanas.

Asam domoic, yang diproduksi oleh beberapa jenis ganggang laut tertentu, dapat terakumulasi dalam kerang, ikan dan hewan laut lainnya. Mengkonsumsi racun dalam jumlah tertentu dapat berbahaya dan berakibat fatal. (Aetb/Thinkstock)

Kadar asam domoic pada tingkat membahayakan yang terakumulasi dalam kerang ternyata terkait dengan kondisi laut yang memanas. Setelah sebelumnya masih berupa dugaan, hubungan ini akhirnya dapat dipastikan untuk pertama kalinya setelah tim NOAA bersama tim ilmuwan Oregon State University meneliti perairan di lepas pantai Oregon dan Washington serta menerbitkan hasilnya dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Asam domoic merupakan neurotoksin yang diproduksi oleh beberapa jenis ganggang laut, seperti Nitzschia pungens dan Pseudo-nitzschia multiseries. Suhu laut yang terus memanas dapat mengakibatkan ledakan populasi ganggang beracun di sepanjang garis pantai. Kondisi ini menyebabkan peningkatan kadar asam domoic, dan pada gilirannya membuat hewan-hewan laut terpapar.

Asam domoic dapat terakumulasi dalam kerang, ikan dan hewan laut lainnya. Mengkonsumsi kerang yang terpapar asam domoic dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan dapat menyebabkan keracunan pada manusia yang dikenal dengan amnesic shellfish poisoning (ASP).

Gejala klinisnya berupa mual-mual, muntah, diare, kram pada abdomen, sekresi respirasi secara profuse, ketidakstabilan tekanan darah, sakit kepala, kehilangan memori, seizure, dan koma.

Metode baru

Melalui penelitian ini, tim NOAA dan Oregon State University berupaya membantu pengelola industri makanan laut agar dapat mengantisipasi ketika serangan ganggang meningkat dalam hal frekukensi, intensitas dan lingkupnya.

“Kami mendeskripsikan metode yang benar-benar baru untuk memahami dan memprediksi wabah racun dalam skala besar, berdasar keterkaitan konsentrasi asam domoic dalam kerang dengan siklus iklim alam seperti Pacific Decadal Oscillation (PDO) dan El Nino,” kata penulis utama studi, Morgaine McKibben dari Oregon State University.

Dengan menggunakan data biologi, fisika dan kimia dari rentang waktu yang luas, studi ini juga membuat model analisis berbasis iklim yang dapat memprediksi di mana dan kapan asam dominic akan melebihi ambang batas yang diperbolehkan. Para peneliti juga akan menyediakan model ini secara gratis untuk mendukung pengambilan keputusan oleh pengelola industri pemasok kerang di Oregon, Washington dan California.

Manajer program ledakan ganggang berbahaya NOAA, Marc Suddleson mengungkapkan, pemasok kerang untuk tujuan komersial maupun rekreasi di sepanjang Pantai Barat merupakan industri bernilai jutaan dolar.

 “Dengan meningkatkan kemampuan untuk memprediksi tingkat racun alga dalam kerang secara akurat, kita dapat mendukung penutupan dan pembukaan industri tepat waktu, sehingga dapat menghindari kerugian ekonomi dan tetap menjaga kesehatan masyarakat.”
Sumber : nationalgeographic.co.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply