Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Nelayan Aktif Tinggal 50 Persen, Dislakan Fokus Pemberdayaan


Meskipun sebagian urusan kelautan ditarik ke Pemerintah DIY, namun Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislakan) Gunungkidul fokus untuk pemberdayaan nelayan dan pesisir, serta memaksimalkan perikanan budidaya di daerah ini. Perikanan tangkap oleh nelayan tradisional di Gunungkidul mengalami kelesuan, akibat sering terjadinya paceklik ikan akibat cuaca.

"Namun nelayan tidak boleh patah semangat, tetap harus meningkatkan profesionalisme untuk meningkatkan hasil produksi demi kesejahteraan nelayan dan keluarganya," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul Agus Priyanto SH MSi.

Dikatakan Agus, kewenangan Pemda DIY dalam hal kelautan adalah tentang tata ruang laut hingga 21 mil dari bibir laut. Namun untuk urusan nelayan dan sarana serta prasarananya masih menjadi kewenangan dan tanggung jawab kabupaten. Untuk 2017 ini program pemberdayaan nelayan difokuskan pada pelatihan dan pengadaan kapal serta peralatan lainnya seperti jaring.

Terpisah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul Rujimanto mengaku kehidupan nelayan tradisional saat ini semakin memprihatinkan. Akibat cuaca dan seringnya terjadi paceklik ikan, jumlah nelayan yang aktif melaut tinggal 50 persen atau sekitar 500 nelayan dari 1.000 nelayan se-Gunungkidul. Demikian pula hasil produksi tangkapan ikan menurun hingga 50 persen
dari tahun-tahun sebelumnya. Akibatnya banyak nelayan yang beralih profesi, baik sebagai buruh bangunan, petani maupun sebagai pelaku wisata. 
Sumber : www.krjogja.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply