Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Nelayan Belum Melirik, PPN Untia Butuh Investor

Pemuda Maritim Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. saat ini masih belum berproses maksimal. Para nelayan dan pengusaha ikan masih belum melirik pelabuhan yang diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo akhir tahun 2016 lalu.

Olehnya itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) menilai tidak perlu melihat siapa investor yang mengelolanya, asalkan PPN Untia bisa dipakai dengan baik.

Hal itu diungkapkan oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Dia mengatakan, saat ini tanggung jawab Pemprov bersama pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, untuk mendorong PPN Untia ini.

“Mungkin sama dengan pemahaman kita. Ini berproses seperti itu, dengan demikian tanggung jawab pemerintah seperti DPRD Sulsel masih sangat besar mendorong ini. Bagi kami di Sulsel siapapun yang operasikan, siapapun atas nama proyek itu yang terpenting manfaat bagi masyarakat banyak dan negara,” ungkapnya saat melakukan peninjauan di PPN Untia dengan sejumlah anggota Komisi D DPRD Sulsel, Selasa (17/1).

Syahrul menegaskan, pada tahun 2017 ini PPN Untia harus di pakai, maka beberapa persediaan harus di hadirkan seperti penyediaan bensin (Pompa bensin), cold strage dan infrastruktur lainnya di kawasan PPN Untia.

“Ini tahun harus di pakai, katakanlah barberstock untuk minyak (pompa bensin), cold strage yang besar bisa menampung banyak es. Kalau semua fasilitas bagus pasti  nelayan dan pengusaha ikan akan meliriknya. Bagaimana bisa meningkatkan kemaritiman bisa memberikan manfaat nelayan lebih banyak. Tidak ada persoalan yang investor siapa, pusat, provinsi, harus nyari tidak perlu ego. Sengaja saya mengundang  DPRD agar lihat  prospek PpN Untia ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sulsel, M Roem menyatakan, proyek itu sudah sangat lama dari tahun 2006 sudah mulai di bangun tapi pada sampai saat ini penggunaannya tidak ada kejelesan.

“Proyek itu sudah lama di dengar, menurut saya belum 100 persen sebagaiknya di manfaatkan. Kata kadisnya sudah banyak yang mau kelola tapi kenapa tidak izinkan saja sesuai dengan aturan provinsi. Tidak usah di kasih sama yang pusat,” katanya.
Sumber : rakyatsulsel.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

1 komentar:

  1. Saya berinvestasi di proyek sampai $ 150,000,000.00. Berinvestasi dalam memulai proyek, bisnis kerja, pengembangan bisnis, proyek jangka panjang. Proyek web yang menarik di bidang layanan TI, layanan outsourcing, desain, akan mempertimbangkan semua proposal jika model bisnis, rencana bisnis, presentasi yang jelas dari proyek yang diajukan ke bisnis investasi, proyek inovatif dan menguntungkan dengan struktur transaksi yang transparan. Awalnya saya sedang mempertimbangkan proyek digital.

    Diterima untuk dipertimbangkan: proyek dengan gagasan orisinil atau sekadar ceruk baru yang muncul di pasar Bisnis dan kemungkinan kelebihan dibandingkan analog yang ada, keuntungan yang jelas dari analog lain, jika ada di pasar luar negeri.
    Kawasan ini tidak penting.
    Payback period dari 1 sampai 25 tahun.
    Jumlah investasi dan syarat kerja sama ditentukan secara individual dalam setiap kasus.
    Dengan cepat saya meninjau dan menyarankan proposal investasi yang menarik bagi saya.

    Anda bisa menghubungi saya melalui e-mail: amh_finance@execs.com

    BalasHapus