Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Nelayan Jual Bantuan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Pemuda Maritim - Program pemerintah untuk mengajak nelayan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, tampaknya tidak berjalan efektif di Kabupaten Cirebon. Pasalnya, bantuan alat tangkap ramah lingkungan berupa jaring millennium atau gilnet, justru dijual oleh sebagian nelayan penerima.

Hal itu dikemukakan, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI)  Kabupaten Cirebon, H Suherman terkait program bantuan alat tangkap ramah lingkungan sebagai pengganti alat tangkap arad dan garok yang merusak lingkungan.

“Untuk apa diberikan alat tangkap jaring millennium yang biasa dipakai perahu-perahu besar. Di Gebang ini rata-rata nelayan kecil, karenanya mereka pakai alat tangkap yang sesuai dengan perahu mereka model arad dan garok. Kalau jarring millennium itu kan alat tangkap untuk kapasitas perahu di atas 10 grass tonnage (goss ton),“ kata Suherman, Minggu (8/1)..

  Menurut Suherman, jenis alat tangkap yang dibagikan (jaring milenium) tersebut, tidak mampu dioperasikan nelayan kecil, sehingga banyak nelayan yang menerima bantuan alat tangkap ramah lingkungan itu, justru malah menukar bahkan menjualnya.

“Penggantian alat tangkap ini tidak ada efek positifnya. Ini kan ironis, karena alat tangkap ramah lingkungan yang diterima dijual, lalu mereka kembali lagi pakai arad dan garok. Apalagi nelayan disini rata-rata memiliki lebih dari lima alat tangkap. Satu arad atau garok yang ditukar jaring melinium bukan berarti sudah tidak punya lagi. Apalagi jenis arad, dibikin hanya sehari pun jadi,” kata Herman panggilan akrabnya.   

Menurutnya, terkait bantuan pemerintah akhirnya dijual, jelas merupakan tindakan yang salah. “Ya jelas salah, karena sudah menyalahgunakan bantuan, kalau bantuan sampai dijual," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Laskar Ciberes Gebang Kabupaten Cirebon, Nurheryanto, selaku salah satu koperasi penerima bantuan alat tangkap, mengatakan, kopersinya menerima bantuan penggantian alat tangkap ramah lingkungan yang disalurkan pemerintah pusat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cirebon. Bantuan yang diterima berupa jaring milenium untuk 26 nelayan.   

Menurutnya, penggantian alat tangkap itu diperuntukkan bagi nelayan kecil, terutama yang memiliki perahu sekaligus sebagai pekerjanya. "Data yang kita himpun itu ada 80 nelayan, yang diajukan hanya 67 dan yang lolos itu hanya 26 orang nelayan," kata Nurheryanto.

Nurheryanto mengaki, banyak nelayan penerima bantuan yang melakukan penukaran dan penjualan alat tangkap jaring milenium, yang dibagikan pemerintah pusat tersebut. Ia mengaku, koperasinya hanya menyalurkan saja dan tidak terlibat setelahnya.

"Pada dasarnya pemerintah kan berupaya untuk memberikan usaha terbaik, terkait adanya pelarangan troll, yakni menggantinya dengan  alat tangkap yang ramah lingkungan," ujarnya.

Ia pun megaku, karena pendataan nelayan memang dilakukan mendadak, sehingga banyak nelayan lain yang tidak kebagian. "Kita tidak boleh saklek, harus fleksibel. Jaring yang diterima memang belum bisa digunakan nelayan. Tapi dengan adanya bantuan ini, nelayan juga menerima dan memang faktanya setelah menerima mereka menjualnya. Itu tidak dilarang, asalkan mereka tidak lagi menggunakan alat tangkap arad dan garok," jelasnya. 
Sumber : fajarnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply