Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Nelayan Karawang Perdagangkan Bayi Ikan Hiu

Pemuda Maritim - Sejumlah nelayan di pantai utara Karawang, saat ini kerap menangkap bayi ikan hiu warna coklat. Ternyata bayi hiu tersebut merupakan jenis ikan yang cukup digemari oleh konsumen setempat.

Rusti (45), salah seorang pedagang ikan di sekitar tempat pelelangan ikan (TPI) Sungaibuntu, Kecamatan Pedes menuturkan, dirinya menampung ikan hiu yang masih kecil dari para nelayan setempat rata-rata 50 Kg/hari. Namun demikian, ikan hiu memang bukan jenis ikan unggulan di tempat tersebut.

"Konsumen biasanya lebih suka membeli ikan tenggiri, cumi, tongkol, atau kembung. Namun ikan hiu juga cukup laris," ujarnya, Rabu 18 Januari 2017.

Menurutnya, sebelum dijual ke konsumen, sirip ikan hiu dipotong untuk dijual terpisah. Alasannya, harga sirip ikan hiu jauh lebih mahal ketimbang dagingnya.

"Ada pengepul khusus sirip ikan hiu di sini. Konon, sirip tersebut diekspor ke Hongkong dan Singapura," katanya.

Disebutkan Rusti, dirinya membeli ikan hiu dari nelayan seharga Rp 25 ribu per kilogramnya. Kemudian menjualnya kembali dengan harga Rp 40 ribu per kilogram. "Saya bisa menjual ikan hiu sehari sekitar 50 kilogram," ujarnya.

Ikan hiu, lanjut Rusti, didaerahnya biasa disebut ikan cucut. "Rata-rata yang membeli ikan ke sini untuk kebutuhan masakan di restoran," ujar Rusti.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Perikanan Tangkap pada Dinas Perikanan Karawang, Durahim Suarli menyebutkan, dirinya belum mengetahui adanya aktivitas penjualan ikan hiu di TPI. "Kami belum
tahu ada yang menjual ikan hiu," ucapnya.

Durahim menuturkan, pihaknya akan melakukan pengecekan kebenaran aktivitas penjualan hiu tersebut. "Pemerintah melindungi ikan hiu. Nanti kami akan cek ke lapangan. Hiu jenis apa yang mereka
perdagangkan. Apakah memang jenis yang dilindungi atau bukan," katanya
Sumber : www.pikiran-rakyat.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply