Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Nelayan Kota Tegal Minta Larangan Cantrang Ditunda Dua Tahun Lagi

Pemuda Maritim - Penundaan larangan penggunaan cantrang hingga Juni 2017 membuat lega para nelayan di Kota Tegal. Meskipun demikian, nelayan tetap meminta penerapan larangan cantrang ditunda hingga satu atau dua tahun lagi.

Awalnya, mengacu Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015, penggunaan cantrang berakhir pada Oktober 2015.

Kemudian, pemerintah memberikan toleransi hingga 31 Desember 2016 dan akhirnya ditunda hingga Juni 2017 lantaran nelayan belum siap.

Dalam peraturan menteri (permen) tersebut disebutkan kapal yang menggunakan alat tangkap jenis pukat hela (trawls) dan pukat tarik (seine nets) harus mengganti alat tangkapnya jika masih ingin mencari ikan di wilayah perairan Indonesia.

Ketua Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT), Susanto Agus Priyono, menyatakan para nelayan membutuhkan lebih banyak waktu satu hingga dua tahun untuk mengganti alat tangkap.

"Hingga saat ini, masih banyak yang belum ganti (cantrang). Nelayan masih mempunyai utang di bank. Jika dipaksakan mengganti alat tangkap, akan mempunyai lebih banyak utang dan itu memberatkan," jelas Susanto, Selasa (3/1/2017).

Hingga saat ini, para nelayan di Kota Tegal masih banyak yang belum mengganti alat tangkap untuk melaut.

Mengganti alat tangkap cantrang akan membutuhkan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, mereka tetap berharap pemerintah mencabut larangan tersebut agar bisa tetap melaut.

Menurutnya, dari sekitar 576 kapal nelayan, saat ini baru sekitar tiga persen yang sudah melakukan penggantian alat tangkap.

Sebagian besar belum melakukan penggantian karena ketiadaan biaya atau modal untuk membeli alat tangkap selain cantrang.

"Ada sekitar 87 pemilik kapal yang mempunyai utang seluruhnya Rp 59 miliar di bank. Sedangkan jumlah kapal cantrang ada 576 unit," terangnya.

Untuk mengganti cantrang, kata dia, dengan alat tangkap jenis gillnet biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 1,5 miliar. Biaya lebih mahal harus dikeluarkan para nelayan apabila mengganti cantrang dengan alat tangkap jenis purseine, yakni mencapai Rp 2-3 miliar.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply