Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Nelayan Tak Melaut, Harga Ikan di Banyuwangi Meroket

 Cuaca buruk yang melanda perairan selatan Banyuwangi, mulai menganggu produksi ikan. Pasokan ikan merosot tajam akibat nelayan banyak tak melaut. Akibatnya, harga ikan meroket.

Misalnya saja, harga ikan tongkol yang sebelumnya hanya Rp12.000 per kilogram, naik menjadi Rp24.000 per kilogram. Sedangkan ikan lemuru dari harga normal Rp7.000 menjadi Rp 12.000 per kilogram.

Harga paling mahal, ikan layur yang paling banyak diburu nelayan. Dari harga Rp20.000 naik menjadi Rp40.000 per kilogram. “Cuaca buruk, banyak nelayan libur melaut. Jadi, pasokan ikan turun, harga naik,” kata Gimah (50), salah satu pedagang ikan, seperti mengutip Bali Post, Senin (30/1/2017).

Wanita ini mengaku, naiknya harga ikan sudah berlangsung dua minggu terakhir. Menurut dia, nelayan setempat hanya menggunakan perahu kecil saat melaut. Sehingga, ketika cuaca buruk, memilih libur, menghindari kecelakaan laut. Akibat mahalnya harga, penjualan ikan ikut sepi.

Pasar ikan minim pengunjung. “Ini ikannya masih utuh, belum ada pembeli lantaran mahal,” kata Gimah mengeluh.

Wanita ini terpaksa menambah pasokan es agar ikannya tak cepat membusuk. Pihaknya tak mengetahui sampai kapan cuaca buruk akan terus melanda. Selain naiknya gelombang, hujan deras ikut membuat nelayan kesulitan menangkap ikan.

Pantauan di pesisir Pancer, sekitar 45 kilometer selatan Banyuwangi, deretan perahu nelayan terpakir di dermaga. Seluruhnya diikat kuat. Setiap perahu ditutup terpal. Ini menghindari guyuran hujan yang setiap hari melanda kawasan pesisir selatan Jawa tersebut. Parkirnya perahu dengan diikat kuat ini menandakan para nelayan akan libur melaut dalam waktu lama.

Kondisi serupa juga terjadi di perairan Muncar. Pusat pendaratan ikan terbesar ketiga nasional ini juga tetap sepi. Perahu nelayan kompak terpakir di dermaga akibat cuaca buruk. Para nelayan belum bisa memastikan hingga kapan cuaca tak bersahabat ini akan melanda. “Gelombangnya naik, kurang bagus untuk pelayaran, sangat berbahaya. Jadi, libur dulu,” kata Marno, salah satu nelayan Muncar. 
Sumber : okezone.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply