Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Paceklik Ikan, Nelayan Tak Melaut

 Pemuda Maritim Ribuan nelayan Perahu Selerek yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan sejak beberapa bulan ini gusar. Pasalnya, hampir setahun mengalami paceklik ikan di perairan Jembrana. Roda perekonomian di pesisir lesu dampak dari paceklik ikan.

Seperti yang terlihat di areal Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Selasa (17/1). Puluhan Perahu Selerek (kapal tangkap ikan tradisional) nampak berjejer berdesakan sandar di kolam labuh pelabuhan. Begitu halnya aktivitas di areal Tempat Penimbangan Ikan (TPI) sangat sepi dari lalu lalang orang.

“Biasanya di sini ramai, buruh panol hingga sopir truk pengangkut ikan, semuanya menggantungkan hidup disini. Sudah beberapa bulan ini sepi tangkapan,” terang Saryadi, salah seorang nelayan.

Kondisi ini menurutnya juga dialami di Pelabuhan Muncar, Banyuwangi yang memiliki karakteristik yang sama dengan Pengambengan. Para nelayan kini jarang melaut dan memilih menambatkan perahu-perahu mereka. “Kalaupun ke laut biaya operasionalnya tak sebanding dengan tangkapan,” terang Abidin, anak buah kapal yang sedang membersihkan perahu Selerek.

Kondisi tersebut dimanfaatkan para pemilik perahu untuk memperbaiki mesin dan jaring atau membersihkan perahu mereka. Para nelayan berharap paceklik ikan ini bisa segera berlalu dan hasil tangkap kembali normal. Sebab bukan hanya para nelayan yang menggantungkan pendapatan dari sektor tersebut. Mulai dari pabrik hingga pedagang warung di sekitar Pelabuhan juga berpangku dari produksi tangkap ikan ini.

Kepala Desa Pengambengan, Samsul Anam, dikonfirmasi kemarin membenarkan kondisi paceklik ikan ini. Mayoritas warganya berprofesi nelayan kini mengalami kegelisahan karena sepinya tangkapan ikan ini. Sejatinya, para nelayan sudah terbiasa dengan paceklik ikan, namun saat ini berlangsung cukup lama hingga delapan bulan. “Biasanya hanya sekitar tiga bulan, tahun kemarin cukup lama sampai sekarang masih paceklik,” terangnya.
Baca juga:  Usir Paceklik, Nelayan Muncar Larung Sesaji di Selat Bali

Dari pemantauannya, nelayan yang banyak menganggur kini beralih profesi bekerja di darat. Ada yang menjadi buruh bangunan dan ada yang memancing menggunakan jukung atau perahu fiber. Kendati jumlah tangkapannya sedikit dan ikan tertentu, namun paling tidak masih menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Desa juga berharap kondisi ini segera berubah, sehingga roda perekonomian dari sektor kelautan ini kembali hidup. Pihaknya juga berharap ada Koperasi Nelayan yang dapat mengakomodir kebutuhan nelayan ketika masa paceklik terjadi seperti saat ini.
Sumber :  balipost.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply